oleh

Mensos Ingatkan Kemenkumham Bahwa Lapas Difungsikan untuk Membina Bukan Menghukum

Bandungkita.id, BANDUNG – Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang  menjelaskan bahwa lapas di Indonesia tetap memegang prinsip membina, bukan menghukum.

“Perlu jadi perhatian bersama agar filosofi penjara di Indonesia bukan menghukum, tapi membina. Ini harus jadi perhatian agar filosofi pembinaan itu justru tidak menjadi bumerang,” kata Agus Gumiwang di Bandung, Selasa (9/7/2090).

Agus mengatakan, jika orientasi sel bukan pembinaan, dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak sosial baru terlebih masih banyaknya sel yang melebihi daya tampung.

“Apabila sel-sel lapas terlalu padat diisi oleh terlalu banyak, over capacity, tentu akan menimbulkan dampak yang mengarah kepada masalah sosial,” lanjut Agus.

Baca juga:

Mengapa Izin Berobat di Lapas Sukamiskin Sering Disalahgunakan Napi Untuk Pelesiran?

 

Sebelumnya, pada Senin ( 8/7/2019) Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberty Sitinjak menuturkan kelebihan kapasitas pada lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan) dapat menyebabkan sifat perubahan orientasi seksual pada warga binaan.

Berdasarkan data yang dihimpun nya, lapas dan rutan di Jawa Barat mengalami kelebihan kapasitas sebanyak 52 persen, dengan jumlah penghuni saat ini sebanyak 23.861 orang. Padahal, idealnya hanya diisi oleh 15.658 orang.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Restu Sauqi

Komentar