oleh

Sumur Warga Cipamokolan Kota Bandung Tercemar Sungai Kotor

BandungKita.id, BANDUNG – Salah satu warga, di Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Ida Hamidah (37) terpaksa menggunakan air sumur yang tercemar oleh Sungai Rancacili. Pasalnya, sumur yang ia gunakan adalah sumber air satu-satunya dimiliki.

Diberitakan sebelumnya, Sungai Rancacili, di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, saat ini kondisinya makin mengkhawatirkan. Warna airnya sungai berubah hitam pekat, berbusa dan menimbulkan bau tak sedap.

Ida menduga rembesan sungai tersebut yang membuat sumur miliknya menjadi kotor dan berubah menjadi hitam.

“Saya sudah tiga tahun di sini dan memang sering sungai Rancacili kaya gini (berwarna hitam pekat) tapi ini yang terparah,” kata Ida saat ditemui Bandungkita.id, Rabu (10/7/2019) di lokasi.

“Kulit saya juga jadi kering,” sambung Ida.

Baca juga:

Sungai Rancacili di Kecamatan Rancasari Berwarna Hitam dan Bau Menyengat

 

Tak hanya itu, Ida yang tinggal bersama 4 anggota keluarganya itu bercerita, anaknya yang paling besar mengalami gatal-gatal dan timbul warna kemerah-merahan di kulitnya.

“Sumur milik saya adalah sumur gali, bukan sumur bor, sekarang bau juga air di rumah saya, ini pasti karena terkontaminasi ari sungai,” ujar Ida.

 

Sawah di Kecamatan Rancasari Kota Bandung berubah berwarna hitam.

 

Ida menuturkan, saat air sungai tidak mengalir, kondisi air sumur di rumahnya baik-baik saja. “Sungai ini ada pintu airnya, pas dibuka airnya yang item itu mengalir, tadi pagi mah enggak hitam, soalnya pintu airnya belum dibuka,” kata Ida.

Baca juga:

Ancaman Limbah Cair di Kampung Sawah dan Ironi Kawasan Bandung Utara

 

Dalam sepekan, Ida sering mengalami kondisi itu. Bahkan sampai tiga hari sekali. “Saya sudah mau tiga tahun di sini, selama setahun sekali, selalu terjadi kondisi kaya begini,” kata Ida.

Saat ini, kondisi air di rumah Ida lebih keruh dari biasanya, namun tetap dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Ini tuh keruh, kalau air sungai nya enggak hitam air di rumah saya lebih jernih,” kata Ida sambil membandingkan warna air di rumahnya dengan warna air sungai yang hitam pekat.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar