Terkait Isu Virus Corona, Disnakertrans KBB Pantau 981 TKA Asal China di KBB

BandungKita.id, KBB – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten bandung Barat (KBB) bergerak cepat mendata tenaga kerja asing (TKA) yang ada di wilayah KBB terkait merebaknya isu virus corona di Indonesia.

Berdasarkan data Disnakertrans KBB, terdapat 981 orang TKA asal China yang bekerja di wilayah KBB. Mereka bekerja pada proyek pembangunan jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kepala Disnakertrans KBB Iing SOlihin mengatakan jauh sebelum virus corona masuk ke Indonesia, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19 dengan melakukan pendataan terhadap WNA terutama untuk WNA asal China.

“Tercatat ada sebanyak 981 Orang TKA China yang bekerja pada proyek KCIC di wilayah Bandung Barat. Hingga kini kami terus meng-update keberadaan mereka setelah imlek kemarin,” jelas Iing saat dihubungi BandungKita.id melalui ponselnya, Rabu (4/3/2020).

Ilustrasi virus corona (foto:net)

Di samping melakukan pendataan TKA, sambung dia, Disnakertrans KBB juga terus berkoordinasi dengan SKPD lainnya terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB.

“Kami berkordinasi dengan Dinkes KBB soal pantauan kesehatan. Bahkan sesuai arahan Pak Bupati, kami telah mengeluarkan surat edaran untuk pimpinan perusahaan di wilayah KBB yang menggunakan TKA. Itu sebagai langkah pencegahan,” tambah Iing.

Lebih jauh, Iing berharap disela-sela kegiatannya mengikuti Rapat Koordinasi Perluasan Kerja di Jakarta, masyarakat dapat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu kurang bertanggungjawab terkait penyebaran virus corona.

BACA JUGA :

RSUD di Kota Bandung Rawat Pasien Positif Corona? Pemkot Bandung : Hoaks

Soal RSUD Cililin Rawat Pasien Terduga Virus Corona, Anggota DPRD Asal Cililin Minta Warga Tetap Tenang

RSUD Cililin Rawat Lima Pasien Terduga Virus Corona? Ini Penjelasan Kadinkes KBB

“Insya Allah semua dalam pengawasan pemerintah. Masyarakat diharapkan tetap menjaga silaturahmi, menjaga kesehatan, tetap tenang dan jangan terprovokasi berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,:” tutur Iing.

Terpisah Kadinkes KBB Hernawan melalui pesan whaatsaap mengungkapkan soal tiga Warga Negara Asing (WNA) yang diObservasi di RSUD Cililin adalah bagian dari Relawan Citarum Harum dari Jepang. Ia me memastikan mereka bukan TKA China yang berada di KBB.

Hernawan mengakui RSUD Cililin sempat merawat lima pasien terduga suspect virus corona atau COVID-19. Mereka terdiri dari tiga WNA asal Jepang dan dua penerjemah asal Indonesia.

Dinkes KBB pun langsung mengobservasi kelima pasien tersebut demi kewaspadaan karena khawatir mereka terpapar virus corona.

“Dokter kami juga konsultasi ke tim RSHS. Hasil pemeriksaannya panas enggak ada, sesak enggak ada. Memang ada flu dan diare. Itu tidak memenuhi kriteria gejala corona,” tambah Kadinkes KBB. (Dona Hermawan/ BandungKita.id).

Editor : M Zezen Zainal M

Comment