by

Dinas Koperasi dan UMKM KBB Gelar Pelatihan Manajerial dan Teknologi Informasi Bagi Pelaku UMKM⁣

BandungKita.id, LEMBANG – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan pelatihan manajerial dan teknologi informasi kepada pegiat UMKM, di Hotel Panorama, Lembang KBB. Acara itu dilaksanakan selama 3 hari, dari Senin sampai Rabu (7-9/12/2020).⁣

Kepala Bidang (Kabid) UMKM Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Wewen Sarwenda mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan sebagai bekal bagi pelaku UMKM dalam menghadapai industri 4.0. Dia berujar, para pelaku UMKM harus siap menghadapi perkembangan teknologi informasi guna meningkatkan penjualan.⁣

“Pelaku UMKM di KBB harus melek teknologi informasi supaya tidak tertinggal, caranya dengan meningkatkan kapasitas di bidang manajemen usaha, keuangan, dan market place, tutur Wewen kepada BandungKita.id, Senin (9/12/2020).⁣

Selama ini, kata Wewen, produk UMKM KBB cukup berkembang dan berani bersaing. Bahkan untuk UMKM di bidang pertanian, KBB sudah punya pangsa pasarnya tersendiri. Namun, masih ada beberapa kendala yang mesti dibenahi.⁣

“Produk UMKM KBB tidak kalah dengan produk-produk dari kota lain, baik kulinernya, craft maupun fashion. Hanya saja sekarang pelaku usaha terkendala dengan pemasaran produknya, terutama bidang kerajinan yang punya segmen pasar tersendiri,” ungkapnya.⁣

BACA JUGA :

Oknum Pegawai Dinas Koperasi dan UMKM KBB Diduga Lakukan Pungli Dana BPUM

Teten Masduki Tanggapi Dugaan Pungli Dana BPUM di Dinas Koperasi dan UMKM KBB

Mensos Juliari Batubara dan Menkop UKM Teten Masduki Tinjau Penerima Prokus di KBB

Namun, lanjut dia, kondisi tersebut harus ditopang dengan penggunaan teknologi informasi supaya bisa lebih berkembang, mengingat pasar saat ini sudah banyak menggunakan teknologi dalam pelbagai hal termasuk berniaga.⁣

Selain itu, hal penting lainnya adalah manajemen. Pelaku UMKM biasanya lemah dalam memanajemeni usahanya, sehingga rentan terhadap kegagalan dalam usaha.⁣

Wewen berharap, melalui pelatihan tersebut para pelaku UMKM di KBB dapat memperbaiki manajemen usahanya. Pasalnya, selama ini mereka menjalankan usahanya sendiri, dari mulai keuangan, produksi, dan pemasaran.⁣

“Harapan yang paling utama yaitu perubahan dalam manajemen usaha. Hal ini sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM bisa mendelegasikan sebagian jobdesknya kepada pihak lain, sehingga usahanya berkembang,” harapnya.⁣

Selain manajemen usaha, Wewen mengatakan dalam pelatihan tersebut, para peserta juga memperoleh materi terkait riset pasar dan pemanfaatan data untuk digital marketing, sosialisasi HAKI dan tata cara pendaftarannya serta ditutup dengan motivasi. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id).⁣

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment