by

Damkar Kota Cimahi Evakuasi 108 Sarang Tawon di Rumah Warga Sepanjang 2020

BandungKita.id, CIMAHI – Petugas rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi telah mengevakuasi lebih dari 108 sarang tawon berbagai jenis sepanjang tahun 2020. Penanganan evakuasi sarang tawon muncul di permukiman warga hingga lahan kosong.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Muhammad Nur Effendi mengatakan, hampir setiap minggu pihaknya mendapat laporan permintaan pemusnahan sarang tawon. “Selama tahun 2020 kemarin kami mengevakuasi 108 sarang tawon di rumah warga,” ujarnya.

Terdapat beberapa jenis sarang tawon yang dievakuasi, diantaranya tawon vespa affinis, tawon madu, dan tawon biasa.

“Yang paling bahaya adalah tawon vespa affinis. Memiliki kemampuan memasukan racun ke tubuh manusia. Tergantung jumlah tawon yang menyengat. Berbahaya bila menyengat secara berkelompok, bisa menimbulkan kematian. Korban yang terkena sengatan dosis kecil, tidak sampai meninggal, hanya alergi dan bengkak,” terangnya.

BACA JUGA :

Bandung Dilanda 548 Bencana Selama 2020, BPBD: “Ratusan Manusia dan Hewan Diselamatkan”

Ada 192 Kasus Kebakaran di Kota Bandung Sepanjang 2020, Berikut Rinciannya

Ada 5 Kasus Kebakaran di KBB dan Kabupaten Bandung Sepanjang 2020, Berikut Rinciannya

Diakui Effendi, keberadaan sarang tawon kebanyakan terdapat di area rumah milik warga. Dikhawatirkan keberadaan tawon ini akan mengancam keselamatan. “Pernah ada korban anak kecil yang disengat tawon. Korban sempat di rujuk ke klinik, karena sengatannya mengenau kepala,” terangnya.

Untuk penanganan keberadaan sarang tawon di rumah warga, dengan menggunakan peralatan yang dimiliki, petugas Damkar langsung melakukan evakuasi, dan pemusnahan sarang tawon tersebut.

“Masyarakat bisa lapor ke nomor layanan Damkar (022-6658113). Nanti dengan dasar laporan mereka kita survei dan ditindaklanjuti. Dilakukan pada malam hari, setelah berhasil dievakuasi dibakar.

Selama ini kesulitan lebih cenderung pada letak objek sarang tawonnya, misalnya di atas atap rumah yang sulit dijangkau,” tuturnya. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Sumber : Humas Pemkot Cimahi

Comment