by

Pemkab Bandung Barat Siapkan Skema Relokasi Warga Lembang, Ada Apa?

BandungKita.id, KBB – Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu kekhawatiran warga, tak terkecuali pemerintah.

Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat telah terjadi 10 kejadian bencana di empat kecamatan dan tujuh desa di wilayahnya.

Camat Lembang, Herman Permadi mengatakan, memang ada beberapa titik seperti Kampung Sukapinggir, Desa Jayagiri dan Pagerwangi yang memang perlu dilakukan satu bentuk relokasi.

Pasalnya, warga tetap berada di sana, pihaknya mengkhawatirkan adanya korban jiwa.

“Saya kemarin sudah cek juga memang harus ada upaya preventif, jangan sampai masyarakat menganggap hal ini biasa,” katanya, Senin 15 November 2021.

Ia menuturkan, banyak masyarakat yang mengaku sudah terbiasa dengan bencana yang terjadi setiap tahunnya. Namun, ia menyebut hal ini tidak biasa dan harus diantisipasi.

Baca Juga

Tak Bisa Bayar Biaya Pengobatan, Pemuda Asal Cipongkor KBB Sempat Tertahan di Rumah Sakit

Diterjang Banjir, PTM di SMA Negeri 1 Lembang Dihentikan Sementara

“Sebagai contoh Kampung Sukapinggir itu memang bekas galian pasir, mereka membangun tanpa ada aturan,” tuturnya.

“Pertama kali terjadi bencana pada 2 November. Lalu, terjadi lagi pada 10 November,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung dia, terjadi lagi bencana di Pagerwangi. Ironisnya, warga membangun rumah di bekas tempat pembuangan sampah.

“Ini yang kami perlu berikan edukasi, tentang bagaimana caranya harus ada langkah preventif dan nyata,” ucapnya.

Rencananya, kata dia, siang ini pihaknya bakal mengumpulkan seluruh kepala desa untuk duduk bersama membuat konsep mitigasi bencana.

“Saya minta cari tanah desa atau kita cari gedung sendiri untuk relokasi sementara. Dalam arti bukan kita mendahului kebijakan kabupaten. Tapi kita antisipasi dulu membuat suatu bentuk skema. Jadi apabila terjadi kan sudah ada siap,” bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, bencana memang tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.

Namun, paling tidak pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi.

“Hari ini laporan dari camat beberapa daerah yang rawan, kita dari pemerintah mengharapkan relokasi. mohon diikuti karena memang kondisinya membahayakan,” ujarnya.

Ia mengimbau, untuk masyarakat yang hari ini tinggal di tebing-tebing itu mohon untuk tinggal di tempat yang aman untuk sementara ini.

“Karena secara geografis wilayah KBB itu rawan bencana,” ujarnya. (agus satia negara) ***.

Comment