by

Uang BPNT “Dirampas”, Beli Sembako Dipaksa, Kadinsos KBB: “Laporkan ke Polisi!”

-KBB-1552 Views

Bandungkita.id – NGAMPRAH,  Sistem penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), terhitung tahun 2022 dirubah menjadi tunai.

Perubahan kebijakan kiranya sebagai upaya Kementrian Sosial (Kemensos), menjawab berbagai keluhan KeluargaPenerima Manfaat (KPM), yang selama ini mengaku dicurangi agen/suplayer

Sebelumnya banyak diberitakan berbagai media, komoditi BPNT yang disalurkan melalui sistem keagenan, di Kabupaten Bandung Barat (KBB), kwantitas dan kwalitasnyadianggap oleh KPM tidak senilai dengan bantuan yangmereka terima sebesar Rp.200.000 per bulan. 

Warga yang sedang menunggu antrian penerimaan BPNT


Dari pantauan lapangan Bandungkita.id, maksud baik Kemensos, merubah bantuan dari pangan menjadi tunai,nyatanya tidak serta-merta membereskan masalah. 

Dilapangan terjadi pemaksaan untuk membeli sembako ke penjual-penjual/warung-warung tertentu yang nota beneadalah agen/suplayer yang sama dengan sebelumnya alias lu lu juga. 

“Kami terima uang hanya simbolis saja, dikasihkan terus dipoto dan belanja harus disitu juga”, tutur warga yang tidak bersedia disebut jati dirinya. 

Berbeda dengan pengakuan warga lainnya, sumbermenyampaikan ke Bandungkita.id bahwa uang tunai yang sudah warga terima “dirampas” oleh oknum ketua RW nya sendiri. 

“Uangnya diterima dulu dan dipoto, setelahnya uang dipinta oleh pa RW,  besok disuruh balik lagi untuk ambil sembako ditempat yang sudah ditentukan”, adu warga melalui telpon seluler, warga tersebut juga mewanti-wanti agar jati dirinya dirahasiakan. 

Hampir semua KPM baik yang ditemui langsung maupun yang menyampaikan aduan nelalui telpon seluler Bandungkita.id, mewanti-wanti agar jati dirinya tidak dimuat, dengan alasan takut dirinya dicoret dari daftar penerima bantuan betikutnya.

“Ya kalau identitas kami dimuat,  takut dicoret dari data penerima bantuan”, kilah seorang KPM meyampaikan alasanya melalui pesan WatsApp. 

Maraknya “pemaksaan” dan pengkondisian disertai dengan ancaman kepada KPM, yang dilakukan oleh oknum-oknum dilapangan tentunya tidak bisa dibiarkan, harus segera dihentikan. 

Kepala Dinas Sosial (kadinsos) KBB menyarankan agar KPM melaporkan ke polisi oknum-oknum yang memaksa untuk membelanjakan uang bantuan diwarung-warung tertentu. 

“Warga tidak boleh digiring-giring untuk belanja ke warung/agen tertentu,  belanja bebas dimana saja, asalkan uang dibelanjakan pada komoditi yang sudah ditentukan”, jelas Sri Dustirawati,  Kadinsos KBB, dihubungi melalui telpon selulernya, belum lama ini. 

Menanggapi maraknya pemaksaan dan bahkan terjadi “perampasan” bantuan dengan tujuan supaya KPM berbelanja ditempat tertentu,  Kadinsos menyarankan agar warga melaporkannya ke polisi. 

“Apabila ada pemaksaan laporkan ke polisi,  polsek terdekat,  kita sudah bekerjasama dengan Polres dan APH lainnyauntuk mengawal BPNT tunai”, pungkas Dustirawati, yangmengaku dirinya sedang rapat virtual saat dihubungi Bandungkita.id. (Bandungkitaid/DadangGondrong)

Comment