Aktivis Bandung Raya Desak KPK Segera Periksa Pengembang Pasar di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat

Liputan Khusus752757 Views

Bandungkita.id, Jakarta – Puluhan masa yang tergabung dalam Aktivis Pemuda Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Direktur Utama PT Bangun Niaga Perkasa (BNP) Engkus Kusnadi. Hal itu sebagai upaya mendalami dugaan kasus gratifikasi dalam proses pembangunan pasar di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Jawa Barat.

Koordinator Aktivis Pemuda Bandung Raya, Bilal Al Farizi mengatakan, pemanggilan Engkus Kusnadi, sebagai salah satu kunci mengungkap kasus tindak pidana korupsi pada pembangunan pasar Panorama Lembang dan Pasar Tagog Padalarang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) serta Pasar Sehat Banjaran di Kabupaten Bandung.

Video Pilihan:

Aksi unjuk rasa di halaman kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (12/6/2023) ini sebagai bentuk dukungan dan desakkan kepada penyidik KPK sosok dalam persekongkolan proyek pembangunan pasar untuk segera diperiksa.

Beberapa nama pun diungkapkan Bilal dalam pelaporan yang telah diserahkan ke KPK beberapa waktu lalu yaitu dugaan gratifikasi di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat yang melibatkan Direktur Utama PT Bangun Niaga Perkasa, Engkus Kusnadi, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kadisperindag Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB, Riki Riyadi.

“Aksi ini sebagai bentuk dukungan dan desakkan kepada penyidik KPK agar segera memanggil pihak-pihak yang diduga telah melakukan kejahatan korupsi pembangunan pasar di Bandung Raya,” kata Bilal saat ditemui di halaman Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (12/6/2023).

Aktivis Pemuda Bandung Raya menilai, sudah masuknya tahap penyidikan di KPK menunjukkan bahwa bukti permulaan dugaan korupsi ini sudah lengkap. Maka, lanjutnya, seharusnya KPK segera memanggil Engkus Kusnadi untuk dimintai keterangannya sebagai pengembang pasar di Bandung Raya dan membuka siapa saja pihak pemerintah daerah yang terlibat.

“kasus ini sudah dalam tahap penyidikan, kami berharap KPK segera menangkap pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini, jika terus dibiarkan kami khawatir ada upaya penghilangan alat bukti dilakukan mereka yang melakukan korupsi,” sahutnya.

Selain dugaan gratifikasi pemberian mobil mewah dilakukan Engkus sebagai pemenang tender kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Bupati Hengki Kurniawan serta Kadisperindag KBB Riki Riyadi dan Kadisperindag Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, pihaknyapun ada juga temuan yang mengindikasikan tindak pidana korupsi persekongkolan dengan menambah jumlah kios di sejumlah pasar diluar dari kesepakatan yang tertuang dari kerjasama.

Pada pembangunan pasar di Tagog Padalarang, terdapat penambahan kios diluar dari kesepakatan untuk keuntungan pribadi itu berjumlah puluhan kios. Padahal, sebagaimana tertuang dalam perjanjian Bangun Guna Serah antara Pemda KBB dan PT Bangun Bina Persada Nomor : 032/P.BGS. 04 – Disperindag/2020 Nomor : 012/BP.Pst/Psr.Tgg/PKS/V/2020 yakni sebanyak 916 kios dan 634 unit los.

“Puluhan kios ini dijual secara pribadi keuntungannya dibagi rata antara Engkus dan pejabat Disperindag KBB Riki Riyadi dan Sahnan, begitu juga di Pasar Panorama Lembang,” beber dia.

Atas dasar itu, Aktivis Pemuda Bandung Raya mendesak KPK untuk segera mengungkap persekongkolan jahat dan menangkap mereka yang telah bermain dalam pembangunan pasar di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. (Dhom Hermawan/Bandungkita.id)

Comment