Minimnya Skema Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional dan Keterbatasan DLH dalam Merespon Permohonan Warga

KBB190681 Views

BandungKita.id, Cililin, – Isu pengelolaan sampah di pasar tradisional kembali menjadi sorotan, terlebih Gubernur Jawabarat, Dedi Mulyadi mwwanti wanti para kepala desa terkait alih fungsi, dan lingkungan termasuk sampah. Saat ini setelah viral di beberapa wilayah, Pemerintah Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mengajukan permohonan Operasi Kebersihan (Opsih) kepada UPT Kebersihan setempat. Permohonan ini berkaitan dengan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) belakang pasar desa, yang semakin mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan surat resmi yang dikirim kepada UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Desa Rancapanggung mengajukan 20 unit armada pengangkut sampah untuk menangani limbah yang berasal dari rumah tinggal maupun kegiatan pasar. Permohonan ini merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Persampahan, serta hasil musyawarah desa yang diselenggarakan pada 1 Mei 2025.

VIDEO PILIHAN

Menanggapi hal ini, Camat Cililin, Opa Mustopa, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi cepat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat guna memastikan respons yang lebih efektif terhadap persoalan sampah di pasar tradisional.

“Kami memahami urgensi dari permohonan ini. Setelah berkoordinasi dengan DLH, kami telah menyiapkan 10 unit armada pengangkut sampah yang akan dikerahkan untuk menangani penumpukan sampah di lokasi-lokasi yang membutuhkan,” ujar Opa Mustopa dalam keterangannya.

VIDEO PILIHAN

Sementara itu, Imam Fauzi, SE. M.M kepala UPT kebersihan DLH KBB, juga menegaskan komitmennya dalam menangani isu ini dengan lebih sistematis. Selain pengadaan armada tambahan, DLH tengah merancang solusi jangka panjang untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional.

“Sesuai dengan peruntah pimpinan, Kami berupaya agar respons terhadap permohonan warga lebih sigap dan tepat sasaran. Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan menjadi langkah penting agar skema pengelolaan sampah lebih terstruktur, tidak hanya di Pasar Rancapanggung tetapi di seluruh wilayah Cililin,” kata salah satu pejabat DLH dalam pernyataan resminya Saptu, 25 Mei 2025.

Selanjutnya, ia pun akan mengirim 10 Armada yang siap dalam kegiatan pembersihan tersebut.

“Karena keterbatasan jumlah ritase buangan kita masih dibatasi, dan jumlah armada yang siap, kita berangkatkan 10 armada langsung kelokasi” ujarnya.

Masyarakat berharap langkah ini menjadi awal dari perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sehingga pasar tradisional tetap bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

(Reporter: Joe)

Comment