BANDUNGKITA.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan 16 organisasi kemasyarakatan Islam di Hambalang, Minggu (31/8/2025). Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu dihadiri langsung oleh para ketua umum dan sekretaris jenderal ormas, serta sejumlah pejabat tinggi negara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, menyebut pertemuan tersebut sebagai dialog dari hati ke hati yang membahas secara menyeluruh tantangan bangsa saat ini.
“Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu mengatasi keadaan dan mengajak masyarakat agar lebih tenang,” ujar Yahya dalam keterangannya usai pertemuan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri kabinet, Ketua MPR RI, dan Kepala BIN dalam pertemuan tersebut. Dialog lanjutan dijadwalkan akan digelar di Istana Negara, dengan harapan lahirnya kesepakatan bersama antara Presiden dan ormas Islam sebagai representasi umat.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, K.H. Haedar Nashir, menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika demokrasi.
“Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya seluruh rakyat Indonesia memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab dan keadaban,” kata Haedar.
Ia mengingatkan agar demokrasi tidak tercemar oleh kekerasan atau tindakan yang merusak persatuan nasional. Menurutnya, ormas Islam memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, sehingga peran mereka sangat strategis dalam menjaga masa depan Indonesia.
Pertemuan ini menjadi sinyal awal konsolidasi antara pemerintah dan kekuatan sipil berbasis keagamaan, di tengah situasi politik dan sosial yang menuntut stabilitas serta ketenangan publik.(BandungKita.id)





Comment