Reaksi Koni KBB Diterpa Isu Duit Cashback dan Cara Pandang Menghargai Prestasi

OlahragaKita122382 Views

LIPUTAN KHUSUS: KONI KBB Bantah Isu Cashback Hibah, Soroti Mekanisme Anggaran dan Reaksi Cabor Soal “Privilege” Tuan Rumah

Cabor Menembak Pertanyakan Skema Bantuan, Binpres Klaim Berdasarkan Analisa Prestasi

Bandung Barat – bandungkita.id, – Menjelang perhelatan Pekan olahraga provinsi Jawa Barat 2026, seluruh organisasi induk olah raga seperti KONI sedang sibuk menggelar Babak Kualifikasi (BK), Lain hal dengan KONI KBB, Isu dugaan praktik “cashback” dalam penyaluran dana hibah olahraga dari Pemkab kembali mencuat di tengah keluhan sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun, KONI KBB melalui Wakil Ketua II Ruslan membantah tegas rumor tersebut, dimana sebelumnya tersiar kabar adanya Uang Cashback dari koni untuk Eksekutif (Dinas/Opd terkait) dan Legislatif (Komis 4 DPRD KBB).

BACA JUGA

Ketua Cabor Balap Motor KBB Gugat Mutasi Atlet ke Dewan Hakim KONI Jabar: “Dasar Asal Atlet Belum Gugur!”

Berlayar Tanpa Angin: Perjuangan KONI KBB di Tengah Badai Anggaran

KONI KBB Tegaskan Komitmen Dukung Atlet Jalur Prestasi Masuk Sekolah

“Tidak ada itu cashback (dari/red) Kami mendistribusikan kepada Cabor dan atlet sesuai dengan track record dan target prestasi, berdasarkan analisa tim Binpres,” ujar Ruslan kepada Bandungkita.id.

Pernyataan ini juga dikemukakan Kabid Olahrqga Dispora KBB dan Ketua Komisi 4 yang sekaligus berencana melakukan evaluasi bersama Pengurus Koni, Cabor dan seluruh atlet yang mengikuti BK 2025.

Seluruh pernyataan tersebut sekaligus menjawab isu yang beredar dan kemudian diakui Kabid Olahraga ” Iya saya sempat dengar isu tersebut dan sekali lagi saya pastikan itu (Uang Cashback/red) tidak ada”.

VIDEO PILIHAN

Sementara itu, beberapa ketua Cabor yang mengaku hanya menerima Rp10 juta untuk ganti oprasional atau uang pembinaaan Babak Kualifikasi (BK) 2025, meradang.

KONI KBB menyebut bahwa besaran bantuan tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan kajian prestasi dan potensi masing-masing Cabor.

Cabor Menembak: Raih 4 Emas, Pembinaan Dapat Rp75 Juta

Salah satu Cabor yang menyoroti mekanisme bantuan adalah cabang menembak. Ketua Cabor Dedi mengaku menerima Rp75 juta, padaha menurutnya cabornya tersebut telah meraih 4 medali emas di Porprov Jabar 2022 itu tidak bisa di generalisir seperti cabor lain, tanpa mengekslusifkan, menurutnya para atlet menembak selain memerlukan senapan juga pengadaan peluru terpissh dan menjadi kebutuhan dasar yang eklusif dan prioritas.

Lebih jauh, pria yang telah berhasil atletnya meuju olimpiade ini mempertanyakan dasar penentuan nilai bantuan tersebut, terutama karena pihaknya menargetkan tambahan 1 emas di Porprov 2026.

“Kami ingin tahu mekanismenya. Apakah prestasi kami cukup dihargai? Kami punya target jelas,” ujar Dedi.

Menanggapi hal ini, Ruslan menyebut bahwa raihan medali emas di Porprov 2022 perlu dikaji secara objektif, termasuk faktor penyelenggaraan sebagai tuan rumah.

“Apakah 4 emas itu hasil dari keuntungan tuan rumah 2022? Misal penambahan nomor pertandingan di kelas junior. Kami punya analisa track record dan peluang ke depan,” tegas Ruslan.

BACA JUGA

KPK Geledah Kantor KONI Jatim, Dugaan Korupsi Dana Hibah Terungkap

Bupati Bandung Tekankan Pentingnya Sukses Administasi di Capacity Building KONI

Pinta Bonus Atlet Porprov Jabar ke Hengki Kurniawan, KONI KBB: Hargai Perjuangan Mereka

Kutipan Wawancara Tajam: Privilege Tuan Rumah dan Penilaian Binpres

Dalam wawancara eksklusif dengan Bandungkita.id, Ruslan menyampaikan pandangan tajam soal pengaruh lokasi penyelenggaraan terhadap prestasi.

“Dalam setiap multievent tingkat apapun selalu ada medali privilege tuan rumah,” ujarnya.

Pernyataan ini memicu diskusi lanjutan soal bagaimana tim Binpres KONI KBB menilai prestasi atlet dan menentukan besaran bantuan. Ruslan menegaskan bahwa semua keputusan berbasis kajian, bukan asumsi.

“Dicek saja silakan, kalau memang ada Cabor prestasi yang tidak didukung penuh,” tantangnya.

KONI Klaim Dukungan Pemkab Lebih Besar di 2025

Meski keluhan soal anggaran Rp10 juta masih terdengar, Ruslan menyebut bahwa dukungan anggaran dari Pemkab KBB untuk BK 2025 lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

“Alhamdulillah, dukungan anggaran dari Pemkab cukup besar dibandingkan BK Porprov sebelumnya. Walaupun kami tahu semua keinginan dan kebutuhan Cabor belum dapat terpenuhi semua,” ujarnya.

“Tolong jangan membuat berita miring” pungkasnya dengan ketus mengakhiri wawancara kami.

VIDEO PILIHAN

Sebelumnya, Keluhan dari sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungan KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir. Mereka mempertanyakan alokasi anggaran Pra Babak Kualifikasi (Pra BK) tahun 2025 yang hanya Rp10 juta per Cabor bukan peraih dan 50- 70 jt lebih untuk cabor peraih emas. Nominal ini dinilai tidak layak untuk mendukung persiapan atlet menghadapi ajang penting menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

“Sepuluh juta cukup buat apa? Transport, makan, perlengkapan, belum lagi sewa lapangan. Kami terpaksa cari dana sendiri,” ujar salah satu pelatih yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi dinamika ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KBB melalui Kepala Bidang Olahraga menyatakan bahwa peristiwa perpindahan atlet muda berbakat Athar ke Kota Bandung akan menjadi bahan monitoring dan evaluasi (monev) resmi pada Desember 2025.

“Kami sangat menyayangkan ketika KONI KBB tidak berupaya mempertahankan Athar. Ini bukan sekadar kehilangan atlet, tapi kehilangan simbol potensi daerah,” ujarnya.

Terkait rencana gugatan dari Cabor yang bersangkutan atas perpindahan Athar, Dispora menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada induk organisasi olahraga dan akan terus mengamati perkembangannya.

Sementara itu, isu dugaan praktik cashback dalam penyaluran dana hibah olahraga dibantah tegas oleh Dispora melalui Kabid Olah raga KBB, Erwin Muliawan, SST.Par, MM

“Cashback itu tidak ada dan tidak mungkin terjadi. Itu akan mencederai nilai-nilai yang telah kami bangun bersama dalam tata kelola olahraga,” tegasnya

Bandungkita.id akan terus memantau dinamika ini, termasuk transparansi mekanisme bantuan, evaluasi prestasi, dan dampak kebijakan terhadap pembinaan atlet.

Di tengah sorotan publik, pertanyaan Cabor tetap relevan: apakah prestasi benar-benar dihitung, atau sekadar dikalkulasi?
Terlebih Koni KBB sedang menghadapi rencana Gugatan IMI KBB, salahsatu pengurus Cabornya (balap motor) terkait keabsahan sarat Mutasi atletnya bernama athar.

Bagaimana reaksi Cabor soal ini? Simak terus liputannya hanya di Bandungkitaid

TONTON JUGA KISAH NYATA ATLET KBB YANG BANDUNGKITA.ID FILMKAN

Comment