Bandungkita.id, KBB – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan makanan yang disantap warga terbukti mengandung bakteri dalam acara hajatan di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang. Akibatnya, lebih dari 200 warga yang menyantap makanan tersebut keracunan.
Menurut Kepala Dinkes KBB, Hernawan, berdasarkan pemeriksaan di laboratorium terdapat dua jenis makanan yang terdapat bakteri Salmonella Anterici yakni dalam capcay dan sop bakso. Bakteri tersebut menjadi penyebab ratusan warga mengalami mual.
Baca Juga:
Buntut Keracunan Massal Usai Dari Hajatan, Camat Lembang: Nanti Ada Petugas Khusus Periksa Makanan
Korban Keracunan Makanan di Lembang Bertambah, Satu Orang Meninggal
Ratusan Warga Keracunan Usai Santap Makan Hajatan di Lembang
“8 sampel makanan itu rolade ayam, bistik sapi, nasi putih, rujak buah, saus asam manis, kentang mustofa, capcay, sop baso dan 1 sampel air bersih. Jadi total ada 9 sampel yang diuji lab. Capcay dan sop bakso terbukti mengandung bakteri,” kata Hernawan saat ditemui di Gedung Utama Pemkab Bandung Barat, Jumat (3/3/2023).
Hernawan menjelaskan, bakteri salmonella antericia dapat mengganggu organ pencernaan manusia yang bisa menimbulkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare.
Selanjutnya, sambung Hermawan, pihaknya kini menunggu pemeriksaan kimia yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk mendapatkan hasil.
Video Pilihan:
“Tapi hasil uji lab (mikrobiologi) ini belum bisa dijadikan kesimpulan lantaran masih menunggu proses uji pemeriksaan kimia. Waktunya sekitar 10 harian,” tegasnya.
Sebanyak lebih dari 200 orang mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara hajatan di Kampung Cijengkol, RT 3/RW 5, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (26/2/2023). Korban pun dilarikan ke beberapa layanan kesehatan salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, dan salah satu warga meninggal dunia.





Comment