Hikayat Sindikat BDS: Munculnya Ko Alim, Pedagang Ayam Pasar Pademangan dan Raibnya Kastam (CFR) Bersama Jutaan Kilo Ayam!.. Jadi Modus Gagal Bayar BDS?

Liputan Khusus132830 Views

Liputan Khusus Bagian 8
Oleh Dhomz Hermawan|| Bandungkitaid

Bandungkita.id, BANDUNG – Sejak Januari 2024, bahkan akhitahun 2023 PT BDS (BUMD milik Pemda Kabupaten Bandung) menggerakkan proyek distribusi barang dalam skala luar biasa, dibalik Program Ketahanan Pangan yang sebelumnya dikelola pemerintah Kabupaten Bandung, Program ini mampu menyihir 19 Vendor & Rumah Potong Hewan (RPH) yang dimulai dari pengiriman Ayam Boneless (BLD) 20 ton/minggu, (Termasuk pengadaan Ikan kembung sebanyak 8 ton).

Dibalik megahnya Program nasional bertajuk ketahanan pangan, melalui program inilah para Vendor (Kreditur) diajak Dirut PT BDS, Yanuar melakukan kerjasama untuk pengadaaan Ayam tanpa tulang (BLD/Boneless) Dengan jaminan pembayaran (Sumber dana) dari APBD Kabupaten Bandung. (Keterangan ini dikuatkan kemudian oleh Ceo Indofarm sa’at menemui mantan Asisten 2, yang juga dikenal sebagai inisiator lahirnya BDS dan meyakinkan Indofarm jika penjamin anggaran project pengadaan ayam BLD berasal dari APBD Kabupaten Bandung melalui program ketahanan pangan).

Disini kisah dimulai, dari kisah para vendor yang mulai tumbang, gugur hingga merugi akibat skema bobot pesanan (pengiriman) yang terus naik, sampai raibnya orang-orqng yang di tunjuk Yanuar dan hilangnya juta’an kilo ayam dan uang miliaran rupiah Hingga hanya diakui Pemda Kabupaten Bandung sang pemilik BUMD sebagai perdata dengan nilai Hutang melalui pernyataan mutlak sebesar 105 miliar rupiah.

Dalam liputan ini, secara khusus redaksi menelusuri jejak perjalanan pengiriman ayam BLD (daging dada ayam tanpa tulang dalam tiga gelombang, dengan skema yang dianggap para kreditur sebagai “jebakan berantai.”

Gelombang Pertama: Desember 2023 – Mei 2024
“Vendor Kecil, pembayaran lancar, dan tersisihnya Vendor kecil akibat volume pesanan yang ditinggikan”

Awalnya, PT BDS merekrut vendor-vendor kecil secara terpisah. Masing-masing mengirim sekitar 20 ton ayam beku per minggu. Narasumber Bandungkita.id, Dirut CV Triboga Pangan Raya, Vita sudah masuk sejak awal tahun dengan vendor lain, saat vendor lain mundur karena persoalan modal dan stock barang, Vita bahkan bisa dengan intensitas pengiriman hingga tiga kali seminggu. Pengiriman diarahkan ke Kramat jati Cord Storage milik Kastam Pemilik Cahaya Frozen (CFR) dan Penagihan sejak semula dilakukan berdasarkan Purchase Order (PO) dan diarahkan langsung ke PT BDS.

“Pada saat itu disepakati saya diantara vendor lain, PT. Triboga Pangan Raya ditunjuk oleh PT. Bandung Daya Sentosa (BDS) untuk melakukan suplai Ayam Boneless Dada (BLD) terhadap PT. Bandung Daya Sentosa dengan kuantitas hingga 3.840.000 Kilogram per tahun (khusus PO Triboga)” ungkap Vita.

“Seiring berjalan PO ayam BLD, PT BDS mulai membuat aturan Pembayaran Dengan Skema baru dengan pengiriman 3 bulan Baru bayar, sehingga cukup berdampak pada kawan-kawan vendor kecil dari kebijakan tersebut tidak kurang dari 500 ton vendor kecil tertahan menunggu pembayaran saat itu”. Tambahnya

Vita juga menyebut riwayat saat akhir Gelombang pertama sekitar bulan Mei 2024 , BDS juga mulai menaikkan PO dari 20 ton ke 120 ton per minggu, akibat dari permintaan tersebut, banyak Vendor yang tidak sanggup memenuhinya, alasan modal dan terbatasnya stok ayam membuat Belasan vendor mundur meski barang mereka telah masuk cold storage milik Kastam di Kramatjati Jakarta Barat, dengan jumlah tidak kurang 500 ton.

“Pola ini memunculkan dugaan bahwa BDS sengaja menciptakan tekanan melalui pesanan tinggi agar vendor kecil tersingkir dan membuka ruang bagi aktor besar. dimana sebelumnya, para vendor membeli sendiri ke RPH masing-masing”. Tambahnya.

Pada Gelombang Kedua: Juni–Juli 2024
“Masuknya Indofarm (Vendor baru) dan Peran Ko Alim: Harga, Ketergantungan, dan Skema Jebakan”

Seiring meningkatnya target pengiriman, Vita mulai kewalahan. Dalam seminggu, ia pernah mengirim Ratusan ton/ dalam tiga kali pengiriman. Ditengah kondisi tersebutlah, Vendor baru PT IndoFarm masuk sebagai vendor yang siap.

Saat stok ayam mulai tak mencukupi, dirut PT BDS, Yanuar langsung memberikan solusi atas permasalahan pengiriman akibat kehabisan stock ayam bone less tersebut. Deded, Ceo Indofarm mengungkap fakta, “saat itu Yanuar mengarahkan dan menghubungkan Triboga dan Indofarm dengan seseorang yang menurut Yanuar memiliki stock ayam dan mampu memenuhi kebutuhan suplai Ayam ke BDS, Yanuar biasa menyebutnya Ko Alim, nama sebenarnya Heri Santoso” unkap Deded, yang kemudian Ko alim dikenal sebagai pedagang ayam di pasar Pademangan barat.

Sosok Ko alim yang dikenalkan Yanuar, kemudian dikenal oleh Ceo Indofarm, Deded sebagai Broker pengadaan Alat Kesehatan (Photo: Istimewa / Google maps )

Setelah kedua Vendor ini menyanggupi, otomatis sistem pengiriman hingga pembelian berubah, Vendor hanya akan diberikan laporan pengiriman, kendaraaan, manivest dan laporan dilakukan Ko alim dan Vendor tinggal Bayar.

Dari transaksi kedua Vendor, transaksi langsung ke Ko Alim membayar secara tunai lalu diantar oleh mobil ekspedisi yang juga dikelola Kastam dan ko alim menuju Cold storage milik Kastam (CFR) di kramat jati.

VendorVol/ MingHarga/kgTotal/ Mingg
Bu Vita130 tonRp30.000Rp6 miliar
Pa Deded120 tonRp38.000Rp4 miliar

Ko Alim, dalam satu minggu, bisa mengantongi hampir Rp10 miliar dari dua Vendor. Dalam satu bulan, transaksi ke Ko Alim mencapai: 40 Miliar

  • Bu Vita: 4 minggu × Rp6 miliar = Rp24 miliar
  • Pa Deded: 4 minggu × Rp4 miliar = Rp16 miliar

Saat “management konflik” mulai terlihat. dimana Ko Alim memberi harga lebih murah pada Bu Vita sebagai vendor yang “lebih semangat.” Keduanya seperti “rivalitas” jika satu vendor gagal memenuhi PO, maka pengiriman akan dialihkan ke yang lain.

Gelombang Ketiga: Agustus 2024
“Ayam Putar, Manifes Palsu, dan Terbukanya Fakta-Fakta Baru”

Saat Rumah Potong Hewan (RPH) lama mulai mengingatkan skema pengadaan ke Triboga Pangan raya ke Kastam dinilai janggal, rekanan RPH, Vita ini mengungkap kejanggalan dalam pemesanan dan pengiriman ayam oleh BDS dan Pola Pengiriman yang seakan akan dilakukan Ko Alim dikirim ke Cold storage di kramat jati, sehingga kedua pemilik Vendor ini, Vita Dan Deded mencoba menginvestigasi langsung, muncul temuan mengejutkan: ayam yang dikirim oleh mereka terakhir, ternyata muncul kembali seolah berputar diduga barang lama yang diputar ulang.

Bu Vita dan Pa Deded yang hanya menerima laporan, manifest, dan data ekspedisi dari Ko Alim itu, merasa yakin dengan kecurigaannya, mereka mengecek Nomor polisi kendaraan, berat muatan, dan jumlah pengiriman , namun ketika diverifikasi, Nomor polisi mobil ice box tidak sesuai saat dicek di Samsat. Mobil ekspedisi truck dengan fasiliras pendingin tersrbut hanya ditukar plat Nomor polisinya saat dilaporkan (mungkin agar dianggap beda kendaraan) selain nopol kendaraan fortuner, Nopol yang di comot dalam laporran ko alim (BAST) juga tidak sesuai.

Pada saatnya, dua Vendor tersebut akhirnya menemukan kesaksian dari Dua Sopir ekspedisi yang mengaku hanya berputar-putar selama berminggu-minggu, tanpa membongkar muatan di titik tujuan. Ia dilarang mematikan mesin agar daging tetap beku. Titik pengambilan dan pengiriman yang ditulis ko alim berasal dari Pademangan dan titik pembongkaran di kramat jati adalah bohong dan di akui dua supir ekspedisi.

Dengan itu dua vendor ini langsung mencari letak Cold storage yang diarahkan oleh Yanuar sejak awal, benar saja, kedua Vendor menemukan fakta lain, dimana Cahaya Frozen dan keberadaan Perusahaan yang di tunjuk BDS untuk menerima Ayam Boneless kiriman para vendor, dipastikan kedua Vemdor ini fiktif.

Terlebih, dengan pengiriman ratusan Ton ayam sebelumnya, cold storage yang dimiliki cahaya frozen tidak mungkin mampu menampung kiriman Yang dilakukan Triboga Pangan dan Indofarm, tampak pabrik yang kosong bahkan dikatakan para vendor ini CFR sudah lama tidak beroprasi.

Tanah lapang didaerah kramat jati jakarta, yang menjadi alamat pengiriman ayam vendor sesuai arahan BDS dan ada di setiap laporan pengiriman dan Penagihan Ko Alim. lahan ini juga yang diduga sebagai aset Kastam, pemilik Cahaya Frozen yang Penerima barang Ayam Boneless

Dalam penelusuran Redaksi, Cahaya Frozen (CFR) milik kastam sudah tutup sejak lama dan aset yang saat ini dihitung oleh kurator melalui persidangan PKPU. dinilai para vendor sebagai upaya Pemda Kabupaten Bandung sebagai pemilik PT BDS melepaskan tanggung jawab secara moral dan moril

Jutqan Kilo Ayam Boneless Lari Kemana?

Kastam Pemilik Cahaya Frozen (Kanan) Bersama Artis terkenal dan dikenal sebagai Volalis, Andika Kangen Band (kiri) sedang mengenalkan salah satu product kemasan diduga milik kastam,dengan Merk “Kangen Bakso” (Video hasil penelusuran)

…Bersambung

Forum Korban PT BDS BUMD milik Pemda Kabupaten Bandung, sedang membacakan surat terbuka untuk Presden R.I Prabowo Subianto, disalah satu Cafe milik salah satu Vendor dijalan Pemuda Jakarta.

Comment