Warga: “Saya malah melihat ada warga di zona hijau menimbun Bantuan Logistik dirumahnya lqlu diam di pengungsian di kantor desa”
KABUPATEN BANDUNG — Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Asep Sihabudin, memastikan bahwa seluruh relawan yang terjun ke lokasi bencana telah terdata dan berada dalam pengawasan Basarnas. Koordinasi lintas lembaga, menurutnya, terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan tertib dan terarah.
“Semua relawan yang turun ke lapangan sudah terdaftar dan terpantau oleh Basarnas. Kami terus berkoordinasi agar penanganan bencana berjalan sesuai prosedur,” ujar Asep, Selasa (27/1).
Namun di lapangan, sejumlah relawan menyampaikan keheranan mereka atas masih adanya warga di zona merah yang belum tersentuh bantuan logistik, khususnya makanan. Padahal, para relawan telah menjalankan berbagai tugas mulai dari pencarian korban, trauma healing, hingga distribusi bantuan.
Siti, warga Kampung Kuning RT 04 RW 14, mengaku sempat kesulitan mendapatkan makanan setelah mengungsi ke rumah kerabat usai wilayahnya dinyatakan zona merah.
“Kami sudah pindah ke rumah saudara, tapi tetap susah cari makan. Warung tutup, tetangga juga banyak yang pergi. Saya sampai jalan ke desa, tapi belum dapat bantuan,” ungkapnya.
Siti menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan siapa pun, namun berharap distribusi bantuan bisa lebih merata dan cepat menjangkau warga terdampak langsung.
Sementara itu, Mang Ujang (52) paman dari almarhum Koswara, korban yang ditemukan meninggal bersama istri dan anaknya sambil berpelukan, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan penumpukan bantuan di luar zona terdampak.
“Saya lihat ada yang di zona aman malah dapat bantuan duluan. Harusnya yang di zona merah diprioritaskan. Ini teh bencana, bukan ajang rebutan,” ujarnya.
Situasi ini ditemukan saat Bandungkita.id melakukan penulusuran terkait siapa sebanarnya pemilik lahan perkebunan di pasir langu tersebut, apakah warga masih memiliki atau hanya menjadi penggarap, karena menurut informasi banyak lahan yang sudah beralih kepemilikannya.
Dari situasi ini jelas tergambarkan, bagaimana status sosial warga di pasir kuning, kesulitan mendapatkan makanan menjadi cermin bagaimana mereka hidup selama ini tanpa kesiapan atau simpanan pangan.
Terkait warga yang kesulitan memdapatkan akses logistik makanan, BPBD KBB berjanji akan langsung menuju lokasi Siti.
“Coba Kirimkan Datanya, Kami akan kelokasi” Ujarnya (dhomz/BandungKita.id)





Comment