BANDUNG, bandungkita.id – Tabir gelap yang menyelimuti tata kelola PT Bandung Daya Sentosa (BDS) kian tersingkap. Pasca-Idulfitri 1447 H, pusaran kasus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung ini dilaporkan menyeret pucuk pimpinan eksekutif di Soreang.
Informasi yang dihimpun bandungkita.id, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung beserta Bupati dikabarkan telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bale Bandung.
Pemeriksaan ini merupakan babak baru setelah sebelumnya korps adhyaksa menetapkan tersangka dalam pengelolaan keuangan di tubuh PT BDS.
Tak hanya jajaran birokrasi, tensi di kantor Kejari Bale Bandung juga meningkat dengan kehadiran sejumlah vendor yang terlibat dalam pusaran bisnis BUMD tersebut.
Terpantau, beberapa nama seperti Deded, Vita, hingga Faizal, mendatangi kantor kejaksaan untuk memberikan keterangan.

Dalam keterangannya di hadapan wartawan, Deded secara mengejutkan melontarkan nyanyian terkait adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di tubuh PT BDS. Ia mengklaim bahwa aliran dana yang diduga tak wajar dengan sebutan Bakar Uang tersebut ditengarai diketahui oleh Bupati Bandung.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi bandungkita.id telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung untuk mendudukkan perkara ini secara berimbang. Namun, surat permohonan klarifikasi tersebut belum mendapatkan jawaban.
ARTIKEL SEBELUMNYA TENTANG KASUS BDS ADA DISINI
Adapun poin utama dalam surat konfirmasi tersebut mempertanyakan status pemeriksaan serta kapasitas pemanggilan jajaran pimpinan daerah.
“Apakah benar Bapak Sekretaris Daerah dan Bapak Bupati telah memenuhi panggilan Kejari Bale Bandung untuk memberikan keterangan terkait kasus BDS? Jika benar, dalam kapasitas apakah pemeriksaan tersebut dilakukan?” demikian kutipan poin utama dalam surat konfirmasi redaksi kepada Sekda Kabupaten Bandung.
Selain itu, redaksi juga mempertanyakan sejauh mana komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung transparansi proses hukum yang tengah berjalan di Kejari Bale Bandung.
Kasus PT BDS kini menjadi ujian krusial bagi integritas tata kelola aset daerah. Publik kini menanti, sejauh mana “nyanyian” para vendor dan hasil pemeriksaan para pejabat teras ini akan bermuara pada penuntasan skandal yang telah menyita perhatian masyarakat Kabupaten Bandung ini. (Red/BK)





Comment