oleh

Norwegia Janjikan Bantu Penanganan Sampah di Sungai Citarum, Begini Solusi yang Ditawarkan

BandungKita.id, CIHAMPELAS – Kedutaan Norwegia siap membantu pemerintah Indonesia dalam program Citarum Harum dan pengelolaan sampah khususnya yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi berdayaguna.

Keseriusan itu ditunjukkan dengan kedatangan sejumlah delegasi dari kedutaan Norwegia untuk dengar pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB dan sejumlah pegiat lingkungan di Citarum.

“Mereka (Kedubes Norwegia) tertarik untuk membantu penanganan sampah di Citarum sebagai upaya mendukung program Citarum Harum,” kata Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, mereka yang berasal dari berbagai keahlian untuk mengupas permasalahan sampah di Citarum dari hulu sampai ke hilir. Para delegasi itu ingin mendengar dahulu permasalahan yang ada di KBB, apakah terkait regulasi atau peran masyarakatnya dalam penanganan sampah.

Sebab di Norwegia ada teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan perahu modern yang bisa memilah sampah plastik.

Sejauh ini program Citarum Harum yang digalakkan oleh pemerintah pusat, menurut Apung, sudah terlihat dampaknya meski belum secara sepenuhnya. Seperti masih adanya kualitas air yang turun naik karena ulah para pemilik pabrik yang membuang limbah industrinya.

Hingga kini pihaknya sudah menangani 11 perusahaan pembuang limbah ke Citarum dan tiga perusahaan sempat saluran pembuangannya ditutup paksa.

“Pemerintah tidak main-main dalam mewujudkan Citarum Harum dan bersih. Begitu juga dengan adanya bantuan dari luar (Norwegia) kami akan lihat, sejauh tidak membebani APBD kami akan terbuka,” tuturnya.

Commercial Counsellor dari Kedutaan Norwegia, Fredrik Bjerke Abdelmaguid mengungkapkan, mengetahui Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia dari Youtube.

Berkaca dari hal tersebut, pihaknya merasa berkewajiban untuk ikut membantu bagaimana cara menanggulangi sampah. Oleh sebab itu, kedatangannya langsung ke KBB untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan, kemudian dianalisis dan dicarikan upaya penanggulangannya.

“Kami sudah lihat kondisi di lapangan dan akan bahas masalah ini segera di Jakarta (kedubes) lalu akan kembali lagi enam bulan lagi untuk memberikan solusi,” tuturnya.

Diakuinya, ini adalah untuk pertama kalinya Kedubes Norwegia menawarkan solusi penanganan sampah di Indonesia. Sementara untuk solusi jangka pendek yang ditawarkan terkait pengelolaan sampah ialah dengan memberdayakan warga masyarakat agar mau mengumpulkan sampah dan sampah tersebut ditukarkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti token untuk pulsa, dan listrik.(ZEN/BUD/BandungKita.id)

Komentar