by

Pemberlakuan Tarif Bagasi dan Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Hambat Laju Pariwisata Jabar

BandungKita.id, BANDUNG – Pemberlakuan tarif bagasi serta naiknya harga tiket sejumlah maskapai penerbangan dinilai bepengaruh pada laju pariwisata di Provinsi Jawa Barat.

Terlebih, dengan jumlah bandara di Jabar yang masih minim, membuat wisatawan belum menjadikan Jabar sebagi tujuan utama Pariwisata.

“Tentu sangat berpengaruh, terutama bagi ekonomi kreatif, karena wisatawan yang datang ke Jabar itu juga membeli prodak khas. Dengan kondisi biaya bagasi yang mahal, ada kecenderungan waisatawan belinya tidak terlalu banyak, sehingga berpengaruh pada pendapatan industri kecil,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Agus Hanafiah, di Gedung Sate, Selasa (5/3/2019).

Baca juga: Sepanjang 2018, Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 15 Juta Jiwa

Di sisi lain, Pemprov Jabar berambisi mendatangkan wisatawan tahun 2019 ini lebih besar dari tahun sebelumnya, khususnya bagi wisatawan mancanegara (wisman).

“Kalau 2019 ini kita targetkan kunjungan wisman itu 1.83 juta orang, untuk 2018 lalu target tercapai yakni 1,75 juta wisman,” lanjut Agus.

Agus menyebut, hampir semua wilayah Jabar yang memproduksi barang-barang khas Jawa Barat, menyampaikan keluhan terkait adanya keniakan tarif bagasi.

Meski begutu, pihaknya tidak menjelakan secara rinci terkait keluhan tersebut. “Kalau detail itu, juga belum didata, Kalau keluhannya hampir ada dari seluruh wilayah di Jabar,” kata Agus.

Baca juga: Festival Cokelat Diharap Dongkrak Pariwisata di Garut

Agus mengatakan keluhan tersebut telah disampaikan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) langsung kepada presiden di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kemarin di Jakarta di depan pak presiden itu sudah di sampaikan oleh ketua PHRI. Salah satu yang dikeluhkan oleh kalangan pariwisata yaitu tentang tiket yang mahal dan juga tarif bagasi,” pungkas Agus.***(Tito Rohmatulloh)

Editor: Restu Sauqi

Comment