oleh

Woow! Sekda KBB Perintahkan Hewan Kurban Disalurkan ke Aparat Penegak Hukum? Apa Tujuannya Ya?

BandungKita.id, NGAMPRAH – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Pemkab Bandung Barat tak menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di kompleks Pemkab Bandung Barat, kawasan Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, pada masa pemerintahan sebelumnya atau pada masa almarhum Bupati Abubakar, kegiatan penyembelihan hewan kurban selalu dipusatkan di Kompleks Pemkab Bandung Barat atau di areal Masjid Ash-Siddiq.

Namun pada Iduladha tahun ini, Pemkab Bandung Barat menyerahkan hewan kurban titipan para ASN langsung kepada masyarakat. Tak hanya itu, pada tahun ini Pemkab Bandung Barat juga diketahui menyalurkan hewan kurban kepada aparat penegak hukum. Ini baru pertama kali dilakukan tahun ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id, pada tahun ini titipan hewan kurban dari ASN Pemkab Bandung Barat hanya 146 ekor kambing dan 18 ekor sapi. Jumlah titipan hewan kurban ini jauh menurun dibanding masa pemerintahan Abubakar sebelumnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bandung Barat, Asep Hidayatulloh mengatakan pada tahun ini Pemkab Bandung Barat memang tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Ash-Siddiq.

Ilustrasi daging kambing. (istimewa)

Menurutnya, hewan kurban titipan para PNS Pemkab Bandung Barat langsung disalurkan kepada masyarakat dan disembelih langsung oleh masyarakat. “Itu berdasarkan hasil rapat DKM Ash-Siddiq dengan para Ketua RW yang dekat dengan Kantor Pemda KBB. Mereka meminta hewan kurban dipotong di RW masing-masing,” jelas Asep Hidayatulloh.

Untuk penyalurannya, kata Asep, sapi kurban titipan para PNS disalurkan ke masjid-masjid besar kecamatan. Sedangkan, domba atau kambing disebar ke panitia kurban di masjid kampung atau RW.

BACA JUGA :

Bingung Bagaimana Menghilangkan Aroma Tak Sedap pada Daging Kambing? Coba 5 Cara Ini

 

 

Petugas Temukan Cacing Pita pada Hewan Kurban di Masjid Raya Bandung

 

Dijelaskan Asep, alasan hewan kurban langsung diserahkan kepada masyarakat dan dipotong langsung oleh masyarakat di daerah masing-masing, semata-mata untuk menjaga kondusifitas dalam penyaluran atau pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Sebab, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, pembagian daging kurban diwarnai aksi rebutan daging dan aksi saling dorong demi memperoleh daging kurban. Oleh karena itu, untuk tahun ini hewan kurban langsung dipotong di daerah masing-masing.

Namun yang menarik, berdasarkan penelusuran BandungKita.id, ternyata bagian Kesra Setda Pemkab Bandung Barat sebagai penerima titipan hewan kurban, tak hanya menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat KBB. Pemkab Bandung Barat ternyata diketahui menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah aparat penegak hukum (APH).

Ilustrasi hewan kurban. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc)

Belum diketahui alasan pasti mengapa APH pun kebagian jatah hewan kurban dari Pemkab Bandung Barat. Padahal, masih banyak masyarakat KBB yang jarang menikmati lezatnya daging domba atau sapi, mereka justru harus gigit jari karena tak kebagian daging kurban Pemkab Bandung Barat.

Ironisnya, penyaluran hewan kurban untuk APH tersebut disebut-sebut atas arahan pejabat elit Pemkab Bandung Barat. Belum diketahui pula, berapa jumlah hewan kurban yang disalurkan untuk APH tersebut.

“Memang selain untuk masyarakat, hewan kurban juga diberikan kepada aparat penegak hukum atas arahan Pak Sekda,” kata Asep.

Namun Asep tidak menjelaskan lebih jauh soal maksud dan tujuan penyaluran hewan kurban dari para PNS KBB untuk APH tersebut. Ia hanya menjelaskan, penyaluran hewan kurban untuk APH tersebut atas instruksi dari atasannya yakni Sekda KBB, Asep Sodikin.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Sekda KBB Asep Sodikin soal benar tidaknya ia mengintruksikan penyaluran hewan kurban untuk aparat penegak hukum. BandungKita.id telah berusaha meminta konfirmasi kepada Sekda KBB melalui pesan whatsapp. Namun pesan BandungKita.id tidak dijawab. (M Zezen Zainal M)

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar