by

Gapura Permata Padalarang Raih Juara Festival Gapura Cinta Negeri

BandungKita.id, PADALARANG – Warga Rt 02 Rw 25 Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat meraih juara umum lomba Festival Gapura Cinta Negeri dalam rangka HUT ke-74 RI.

Perwakilan warga Perumahan Permata Padalarang tersebut diundang hadir ke Istana Negara untuk menerima hadiah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/9/2019).

Gapura Permata Padalarang merupakan peserta pemenang yang telah lolos penjurian dan kurasi pada Festival Gapura Cinta Negeri kurang lebih 2 bulan lalu.

Ketua RT 02, Wahyu Suarna (37) mengaku pihaknya sangat bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Baginya, gotong royong dan solidaritas warga selama proses pembangunan gapura terbayar memuaskan.

“Alhamdulillah kita mndapat juara umum. Kategori umum dari sekitar 1.400-an peserta,” ucapnya penuh syukur, Selasa (3/9/2019).

Baca juga:

Sebanyak 1.783 Gapura Terdaftar Dalam Festival Gapura Cinta Negeri

 

Atas diraihnya kemenangan tersebut, Wahyu berharap, mampu menjadi pemantik solidaritas antar warganya. Untuk menjaga kekompakan, RT 02 memiliki slogan #rt02bersamakitabisa.

“Semoga dengan kemenangan ini menjadi stimulus yang positif dan dapat lebih meningkatkan kebersamaan, kekompakan, gotong royong, saling bantu sesama warga khususnya RT 02 RW 25 Permata Padalarang untuk kemajuan bersama sesuai slogan kita,” harapnya.

Wahyu menerangkan, pendirian gapura tersebut dilakukan dengan dana swadaya dari masyarakat dan dilakukan secara gotong royong. Mulai dari desain, merakit hingga publikasi.

“Gapura kita habis sekitar Rp 1 juta 200 ribu untuk biaya gapura. Kita swadaya dari masyarakat. Kita kelola yang kita dapat. Dari ide-ide dari masyarakat,” paparnya.

Material bambu sengaja dipilih karena material tersebut dinilai ramah lingkungan. Selain itu, pohon bambu yang digunakan untuk bahan pokok Gapura menurutnya merupakan pohon yang cepat tumbuh kembali. Sehingga meskipun gapura menggunakan banyak bambu, pohon bambu akan dengan cepat tumbuh kembali dan tidak membinasakan si pohon bambu tersebut.

“Bahan yang digunakan itu eco-friendly materials atau bahan yang ramah lingkungan yakni Bambu. Kenapa Bambu, karena bambu sudah diakui oleh ahli bisa meregenerasi dirinya sendiri dalam waktu yang cepat. Jadi kalau kita eksploitasi itu, penggantiannya sangat cepat,” jelasnya.

Baca juga:

Yuk Ikuti Lomba Menghias Gapura dalam Rangka HUT RI ke-74, Hadiahnya Hingga Ratusan Juta

 

Menurutnya, Gapura yang didirikan memuat pesan edukasi dan interaksi. Edukasinya yang dimaksud kata Wahyu, terdapatnya dua diorama dengan kandungan pesan tersendiri di kanan dan kiri gapura.

“Diorama pertama menunjukan perjuangan para pahlawan. Diprama sebelah kanan menunjukan kemajuan di masa sekarang. Dari berbagai pembangunan yang sudah dibangun yang berada di revolusi digital 4.0,” ungkap Wahyu.

Sedangkan media interaksi yakni desain gapura yang dirancang terdapat miniatur pemuda yang jika ditarik oleh pengunjung, miniatur tersebut seolah sedang mengibarkan bendera merah putih.

“Itu sangat menarik bagi anak anak yang berkunjung ke situ. Jadi bukan hanya orang tua yang hanya menikmati. Anak-anak pun sangat antusias. Kemudian ada struktur bendera merah putih di langit-langit gapura yang bisa diputar sehingga jika diputar seolah-olah ada bendera merah putih seang berkibar,” terangnya.

Gapura tersebut kata Wahyu memiliki tinggi sekitar 7 meter dengan lebar 3,5 meter. Sedangkan di lantai gapura terdapat gambar yang menceritakan legenda sangkuriang, salah satu legenda Jawa Barat.

“Itu bisa diceritakan generasi muda atau anak anak yang belum mengetahui bahwa ada sebuah legenda di wilayah Bandung Barat,” tutupnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Comment