by

Diintimidasi Oknum Aparat, Warga Lembah Teratai Terdampak Proyek KCIC Minta Bupati KBB Tidak Tutup Mata

BandungKita.id, NGAMPRAH – Warga terdampak proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Perumahan Lembah Teratai, RW 13 Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku mendapat intimidasi dari oknum aparat.

Intimidasi tersebut diduga terjadi akibat warga menolak diambil sampel tanahnya tanpa melalui musyawarah dan komitmen yang jelas oleh PT Wika sebagai pengembang proyek KCIC.

“Pertama sih ngakunya dari PT Wika dengan tanpa ijin langsung nyelonong aja mau melakukan pengambilan sampel tanah. Kemudian kita tolak, tahu-tahu melibatkan dua orang Garnisun,” ungkap Ketua RT 04 sekaligus pengurus Forum Komunikasi Warga Terdampak Proyek KCIC Rw 13, Perumahan Lembah Teratai, Yulianto Rahardjo (51) saat ditemui, Selasa (17/9/2019).

Spanduk yang dipasang warga Perumahan Lembah Teratai, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai warga terdampak proyek KCIC (foto: istimewa)

 

Menurut Yulianto, dua oknum aparat tersebut sempat melakukan intimidasi kepada petugas keamanan perumahan Lembah Teratai. Namun, sempat dihentikan warga. Setelah melakukan komunikasi, dua oknum aparat tersebut mengaku hanya pendamping pihak pengembang.

“Setelah kita dalami, ternyata mereka bukan dari PT Wika. Tapi sub kontraktornya. Setelah kita tolak, mereka mentok, datang lagi orang yang ngakunya PT Wika. Katanya bagian Humas namanya Suswono. Akhirnya mereka melibatkan orang Desa untuk mengundang kita,” tuturnya.

Namun, saat dibukanya forum komunikasi bersama warga, pihaknya mengaku mendapat intimidasi lagi dalam bentuk ancaman dari PT Wika.

BACA JUGA :

Penggusuran Lahan Proyek Kereta Cepat Ternyata Dilakukan Tanpa Proses Peradilan

 

 

Eksekusi Lahan KCIC di Padalarang Dinilai Cacat Hukum

 

“Dia bilang walau tidak dapat ijin dari warga, pokoknya kita akan tabrak terus. Tidak ada yang bisa menghalangi. Ini proyek nasional dan sudah di bawah naungan RI 1 langsung. Pokoknya siapa pun yang menghalangi saya pindahkan tempat tidurnya, dia bilang gitu,” kata Yulianto menirukan ucapan Suswono.

Dari intimidasi-intimidasi tersebut, warga bersepakat untuk memasang spanduk berisikan tuntutan yang dipasang di beberapa ruas jalan perumahan tersebut. Menurut Yulianto, warga hanya menuntut kejelasan dari komitmen yang dibangun sebelumnya.

“Kejelasan mengenai komitmennya. Soalnya kan sebelum puasa, kita sempat ada pertemuan dari PSBI dari PT Wika terus kemudian PT Krek dan penanggung jawab di KCIC itu namanya Pak Rohman. Dia menjanjikan tidak ada pelaksanaan proyek sebelum dapet izin dari warga sebelum ada perjanjian tertulis,” ujar Yulianto.

Spanduk yang dipasang warga Perumahan Lembah Teratai, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai warga terdampak proyek KCIC (foto: istimewa)

 

Dalam beberapa spanduk yang dipasang warga di Perumahan Lembah Teratai, warga mengaku mendukung penuh proyek KCIC. Namun warga meminta pihak KCIC maupun pengembang tidak mengesampingkan hak-hak warga terdampak.

Warga Lembah Teratai juga meminta Bupati KBB Aa Umbara Sutisna turun tangan membantu warga terdampak proyek KCIC.

“PAK  BUPATI YANG TERHORMAT, JANGAN TUTUP MATA DALAM PROYEK KERETA API CEPAT INI. LAKSANAKAN PROYEK KCIC SESUAI UNDANG-UNDANG DAN ATURAN YANG BERLAKU. JANGAN AROGAN BROO!” tulis warga dalam beberapa spanduk yang mereka pasang. (Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment