by

Api Melalap Habis Gunung Ipis Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat

BandungKita.id, CILILIN – Sudah lebih dari 12 jam hutan Gunung Pasir Ipis dilalap sijago merah. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cililin dan para pegawainya bersama-sama Muspika dan warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Api meluluhlantahkan hutan kering Gunung Pasir Ipis yang berlokasi di Desa Karangtanjung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB).

BACA JUGA :

Kepala Damkar Kabupaten Bandung : 99 Persen Kebakaran Disebabkan Human Error

 

Setiap musim kemarau tiba, Pasir Ipis yang merupakan gunung batuan sudah menjadi langganan kebakaran. “Setiap musim kemarau, Pasir Ipis sudah jadi langganan kebakaran”, tutur Lukmanul Hakim, anggota badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangtanjung, dilokasi kejadian yang tudak jauh dari kantor Desa Karangtanjung.

“Yang harus lebih diwaspadai bila musim hujan tiba, karena sisa-sisa bakaran dan batuan selalu memenuhi rumah warga, jalan ini pun dipenuhi dengan material batu dan lumpur”, sambung Lukman, yang akrab dipanggil guru Ate.

Tidak jauh dari lokasi terbakarnya Pasir Ipis, Heri ketua RT 01/RW 03 desa karangtanjung menceritakan bahwa biasanya setelah kejadian kebakaran. Hewan-hewan disekitar hutan suka turun keperkampungan, mencari makan.

“Babi hutan dan Kera, paling sering turun keperkampungan sekitar sini, untuk cari makan. Kebun singkong dan pisang yang banyak diserang”, cerita Heri yang letak rumahnya hanya beberapa ratus meter saja dari lokasi kebakaran.

Camat beserta Muspika Kecamatan Cililin, dibantu stake holder lainya terus berupaya memadamkan api. “Kami beserta Muspika dibantu dengan stake holder lainnya, sudah hampir dua belas jam berjibaku memadamkan api”, papar Endang Achdiat, Camat Cililin ditemui di halaman Desa Karangtanjung.

 

Sampai Tengah Malam (Juma’t, 27/9/2019) Kobaran Api Terus Meluas, Meluluhlantahkan Hutan Gunung Ipis. (Dadang Gondrong/BandungKita.id)

 

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak dan menghimbau kepada warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dari bahaya kebakaran, misal waktu kita bakar sampah ataupun membakar rumput untuk kebun, berhati-hati jangan meninggalkan api yang masih hidup”, himbau Endang.

Di jalan menuju lokasi, kami berpapasan dengan Danramil Cililin dan anggota yang sedang bergegas menuju titik kebakaran. “Maaf nanti saja lagi ngobrolnya, hutan keburu habis, kami mau menuju lokasi”, ujar Kapten Furkon, Danramil Cililin.

Dihubungi melalui telepon selulernya, karena yang bersangkutan sedang berada di hutan lokasi kebakaran, Kepala Resot Pemangkuan Hutan (KRPH) Cililin, menyampaikan bahwa sumber awal api berada dilereng selatan Gunung Pasir Ipis.

BACA JUGA :

Kebakaran Rumah di Cililin : Pemilik Alami Kerugian Hingga Rp 250 Juta

 

“Kita melihat titik awal api dari lereng sebelah selatan Gunung Pair Ipis, sekira jam sepuluhan, kita langsung bergerak dan menyebar informasi kepada LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan, red.) dan stake holder Perhutani lainya, minta bantuan tenaga untuk memadamkam api”, terang Ayi, Asisten Perhutani (Asper) Cililin, melalui telepon selulernya.

“Kita belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar, karena sampai sekarang, api belum bisa kita padamkan. Kami sedang berupaya agar api tidak merambat ke hutan disekitarnya.

Medan sulit, karena Gunung Ipis merupakan lereng berbatuan dengan kecuraman di atas tujuh puluh derajat, kami sangat kesulitan”, terang Ayi, ditanya berapa luas hutan yang sudah terbakar dan upaya-upaya yang sedang dilakukan untuk memadamkan api. (Dadang Gondrong/BandungKita.id).

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment