Kepala Damkar Kabupaten Bandung : 99 Persen Kebakaran Disebabkan Human Error

BandungKita.id, SOREANG – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung mencatat kerugian kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung dalam rentang waktu Januari hingga September 2019 mencapai Rp 25 milyar.

Kepala Damkar Kabupaten Bandung, Kawaludin mengatakan, penyebab utama terjadinya kebakaran di Kabupaten Bandung dikarenakan faktor human error yang persentasenya mencapai 99 persen.

“Kebakaran di 31 kecamatan yang ada, 99 persen disebabkan oleh human error. Kecerobohan dan ketidaktahuan manusia menjadi faktor utama,” kata dia di Soreang, Jumat (27/9/2019).

BACA JUGA :

Aktivis Lingkungan Ungkap Kunjungan Jokowi ke Lokasi Kebakaran Hutan Sudah Disetting

 

Menurutnya, rata-rata kebakaran diakibatkan karena korsleting arus pendek dan buangan puntung rokok secara sembarangan. Meski begitu, nominal harta benda yang masih bisa diselamatkan mencapai Rp 80 miliar. Lebih banyak dibandingkan kerugian harta benda.

Dikatakan Kawaludin, sejak Januari hingga September 2019, sedikitnya terjadi 351 kasus kebakaran di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Rincian obyek terbakar yaitu 128 rumah atau tempat tinggal, 16 unit gudang, dan 34 pabrik.

“Sisanya ada seperti gudang rongsok. Nah saat ini dominan kebakaran lahan semak belukar dan alang-alang. Jumlahnya 110 peristiwa. Untuk korban jiwa dari Januari sampai saat ini totalnya ada 3 orang,” katanya.

Meski di musim kemarau sumber air cukup sulit didapat, Kawaludin mengklaim petugas Damkar mampu melakukan operasi pemadaman dengan cepat.

BACA JUGA :

Innalillahi, Balita Ini Tewas Terbakar Api Saat Terlelap Tidur

 

Menurut dia, Damkar Kabupaten Bandung memiliki 9 pos pemadam kebakaran dengan 18 unit kendaraan berupa 2 tank air, mobil pancar, mobil rescue dan lainnya.

“Sebenarnya untuk pos pemadam kebakaran jumlah armada masih terbilang kurang. Idealnya satu pos minimal ada 2 mobil pemadam. Personel juga kurang. Saat ini hanya 130 orang. Minimal idealnya 200 personel,” kata dia.

Kawaludin mengatakan, dengan kondisi seperti itu Damkar Kabupaten Bandung masih optimal dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Hal ini merujuk pada kecepatan waktu tempuh tim pemadam datang ke lokasi kejadian dengan waktu kurang dari 15 menit.

“Kalau di total, kedatangan tim pemadam ke lokasi kejadian dibawah 15 menit mencapai 82 persen,” katanya.(R Wisnu Saputra/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment