oleh

Sidang Kasus Korupsi Dana Klaim BPJS RSUD Lembang, Ini Penuturan Saksi Ahli Dari Inspektort KBB

BandungKita.id. BANDUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat ternyata menyampaikan dugaan penyelewengan dana klaim BPJS kepada Kepala Inspektorat KBB.

Hal tersebeut diungkapkan saksi ahli dari inspektorat Kabupaten Bandung Barat, Tomy Senjaya, sebagai ketua tim Investigasi penelusuran kasus dugaan penyelewengan dana klaim BPJS RSUD Lembang, dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (14/10/2019).

 

BACA JUGA :

Waduh! Terdakwa Korupsi Dana BPJS Lembang Ini Pakai Uang Haramnya untuk Belanja Online

 

 

“Bahwa hari ini, saksi ahli menerangkan ada kerugian negara sekitar Rp 7 Milyar, ahli menerangkan awalnya ada informasi dari kepala Dinkes yang disampaiakan kepada kepala Inspektorat, dari kepala (Inspektorat) lalu disampaikan ke tim, dan beliau ini ketuanya,” kata koordinator jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Wahyu Sudrajat selepas sidang.

 

Koordinator jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Wahyu Sudrajat. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Diberitakan sebelumnya, terdakwa yakni Kepala UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) atas nama Onni Habie dan bendaharanya Meta Susanti sebagai tersangka.

Direktur RSUD Lembang diduga menggelapkan dan membawa kabur dana rumah sakit yang dikumpulkan sejak beberapa tahun lalu. Setelah diakumulasikan, dana yang digelapkan sang direktur mencapai sekitar Rp 7,7 miliar.

 

BACA JUGA :

Waduh! Duit Hasil Korupsi BPJS RSUD Lembang Dipakai Beli Rumah dan Bisnis Ternak Ayam

 

 

Informasi tersebut diakui kebenarannya oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Hernawan. Kepada BandungKita.id, Hernawan mengatakan Direktur RSUD Lembang kini diganti

“Memang ada permasalahan soal RSUD Lembang, iya betul. Kasusnya kini sudah diserahkan ke Inspektorat,” kata Hernawan kepada BandungKita.id, Senin (26/11/2018) lalu. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar