oleh

Mewakili Jawa Barat di Kejuaraan Nasional, Tim Arung Jeram KBB Kesulitan Biaya dan Tempat Latihan

Bandungkita.id, NGAMPARAH – Tim arung jeram asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipercaya menjadi wakil Jawa Barat untuk berlaga di Kejuaraan Nasional Arung Jeram R4 2019, di Sungai Batang Merangin, Kerinci, Jambi, 1-5 November 2019.

Tinggal beberapa pekan menuju hari H, tim arung jeram bernama “Kapinis” ini didera sederet kesulitan, diantaranya perkara biaya dan tempat latihan.

 

BACA JUGA :

Woow! Minim Bantuan Pemkab dan KONI KBB, Tim Arung Jeram Asal KBB Ini Raih Juara Dunia di Australia

 

 

Pelatih Tim Kapinis, Wawan Purwana mengatakan saat ini dirinya harus memutar otak mencari biaya kebutuhan tim. Pada sisi materil, dukungan KONI dan Pemerintah daerah belum bisa dirasakan.

“Kita masih bingung cari uang pendaftaran, ongkos, komsumsi, peralatan tim, perlengkapan lomba, baju dan kaos tim. Sampai saat ini dari Pengcab, Pengprov, KONI Kabupaten, KONI Jawa Barat pun tidak ada bantuan,” ucapnya.

Keadaan ini kata Wawan, mengingatkan dirinya saat tim Kapinis berhasil menang pada kejuaraan di Australia. Meski juara, seluruh biaya tim, mulai dari ongkos hingga peralatan, ditanggung pribadi. Bahkan dirinya harus menjual kendaraan agar semuanya lancar.

 


Tim Kapinis Indonesia asal Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).(foto:istimewa)

 

Wawan merasa dilematis, karena biaya tersebut tak bisa dibebankan kepada atlet. Ia tahu mereka adalah warga bantaran sungai Citarum yang hidup pas-pasan. Mestinya, tanggung jawab ini dibebankan ke Federasi Arung Jeram Jawa Barat (FAJI Jabar), apa lagi mereka datang ke Kejurnas mengharumkan nama Jawa Barat.

“Sama seperti kegiatan di Australia, dari dulu kita sering mengeluarkan uang pribadi,” jelasnya.

Selain kendala biaya, tim Kapinis juga didera hambatan tempat latihan. Kondisi ini disebabkan karena sungai Citarum kering. Aliran air sungai dialihkan untuk proyek bendungan Rajamandala.

Karena hal itu, tim Kapinis terpaksa harus berlatih di danau Aboretum Unpad.

“Sekarang kita sedang latihan di danau aboretum Unpad. Kita tidak bisa latihan di Citarum. Karena sungai itu sedang dialihkan untuk membangun PLTA Rajamandala,” paparnya.

 

BACA JUGA :

Ada 50 Atlet KBB Berprestasi Berangkat Umrah, Aa Umbara: Harusnya Ratusan

 

 

Seperti diketahui, Jika Tim Kapinis berhasil juara di Jambi, mereka bakal menjadi wakil Indonesia di kejuaraan tertinggi arung jeram dunia atau World Rafting Championship Cina 2020.

Namun hal itu tidak mudah, kendala tempat latihan akan sangat berpengaruh kepada penampilan tim. Wawan mewaspadai perwakilan dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Pasalnya, kedua tim itu masih memiliki sungai tempat berlatih.

Tim yang diwaspadai adalah Jawa Tengah dan DKI Jakarta karena merek disuport atlet arus liar sungai sukabumi. Sedangkan Jawa Tengah dibantu sungai Serayu yang airnya masih abadi,” pungkasnya.***(Restu Sauqi/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar