oleh

Terdampak Proyek KCIC, 5 Ruang Kelas di SMPN 1 Ngamprah Akan Dirubuhkan

BandungKita.id, NGAMPRAH – Sebanyak 5 ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ngamprah bakal dirubuhkan pekan depan. Pasalnya, bangunan tersebut terdampak proyek trase Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Dadang A Sapardan mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan persyaratan administratif yang mesti dilengkapi untuk penggantian bangunan.

 

BACA JUGA :

Bupati KBB Aa Umbara Dinilai Tak Konsisten Soal Penegakan Hukum Proyek Kereta Cepat

 

 

5 ruang kelas yang terdampak, direncanakan akan diganti dengan bangunan baru dua tingkat yang akan dikerjakan oleh PT Wika.

“Insya Allah eksekusinya minggu depan, udah mulai dikerjakan bangunannya. Mudah-mudahan bisa langsung kontruksi, karena RAB sudah beres tinggal kita mempersiapkan kelengkapan administrasinya,” ungkap Dadang saat ditemui di kantornya, Rabu (13/11/2019).

Dadang menjelaskan, PT. Wika akan mengerjakan 10 ruangan dengan konsep dua tingkat. 5 ruang di bawah untuk administrasi perkantoran, dan 5 ruang di atasnya untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Karena pondasi 5 ruang, lantai satu kurang kuat untuk dijadikan bangunan tingkat maka bangunannya akan dipangkas dulu semua lalu dibangun baru,” ujar Dadang.

 

Salah seorang siswa SMPN 1 Ngamprah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan debu imbas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di ruang kelas mereka. (Restu Sauqi/BandungKita.id).

 

Menurut Dadang, pihak sekolah sudah mengantisipasi KBM tetap bisa saat pengerjaan bangunan baru berlangsung. Salah satunya dengan menerapkan kelas pagi dan siang.

“Pembelajaran siswa nanti dibagi dua shift. Kita menargetkan rampung secepatnya. Kita mengejar (kontruksi) selesai sebelum ujian nasional,” tuturnya.

Meski demikian, Dadang belum menyiapkan akses jalan siswa menuju sekolah. Dari pantauan di lokasi, satu-satunya akses jalan menuju SMPN 1 Ngamprah hanya melalui area proyek.

 

BACA JUGA :

Eksekusi Lahan KCIC di Padalarang, Seorang Ibu Jatuh Pingsan

 

 

Jika musim kemarau, siswa harus menerima hempasan debu dari proyek, sedangkan di musim hujan akses jalan berlumpur.

“Nah itu masalahnya, gak ada akses jalan lain soalnya. Kita belum ada rencana buka akses jalan baru, hanya dari depan sekolah saja,” ucap Dadang.

Sebelumnya, pihak sekolah menuntut adanya pemeriksaan kesehatan rutin dan suply makanan bergizi. Pasalnya, para siswa dikhawatirkan kesehatannya karena dampak debu dari proyek KCIC.

“Udah ada MoU dengan KCIC. Setiap satu minggu sekali, siswa akan diberi susu dan sereal. Termasuk juga pengadaan masker,” pungkasnya.***(Restu Sauqi/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar