by

Begini Penjelasan Kontraktor Soal Proyek TPT di Cisarua KBB yang Ambrol dan Dikeluhkan Warga

BandungKita.id, KBB – Kontraktor pelaksana proyek pengerjaan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ambrol, membantah proyek TPT di kampung tersebut dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spek.

Kontraktor pelaksana proyek TPT tersebut, Agus Suratman mengatakan pihaknya sudah mengerjakan proyek pembangunan TPT tersebut sesuai spek dan arah dari Dinas PUPR. Tak hanya itu, ia menyebut material yang digunakan pun sudah sesuai dengan yang diminta Dinas PUPR KBB.

Agus juga membantah bahwa proyek TPT yang ambrol di Desa Sadangmekar itu merupakan pekerjaan tahun 2019 lalu. “Itu proyek pekerjaan tahun 2018. Masa pemeliharaan juga sudah habis,” kata Agus saat menghubungi BandungKita.id, Jumat (20/3/2020).

Dijelaskan Agus, proyek TPT di Desa Sadangmekar yang ambrol tersebut bukan disebabkan karena pembangunannya tidak sesuai spek atau karena material bangunan yang tidak layak.

BACA JUGA :

Waduh! Baru Juga Selesai Dibangun, Proyek TPT Dinas PUPR KBB di Cisarua Sudah Ambrol

Waduh! Belum Juga Selesai Dibangun, Proyek TPT Dinas PUPR KBB Sudah Ambrol

Waduh! Tanah Negara dan Tanah Desa Seluas 24 Ha di Cikalongwetan KBB Diduga Dijual dan Tengah Disertifikatkan

“TPT itu ambrol kemungkinan karena pengaruh hujan deras dan cuaca. Apalagi memang di sana itu memang tanahnya sangat labil dan mudah longsor,” ungkap Agus.

Secara teknis, tambah dia, pihaknya bahkan memberikan usulan kepada konsultan Dinas PUPR KBB agar proyek TPT itu dibangun dengan tiga tingkatan. Namun, pihak konsultan bersikukuh agar TPT cukup dibangun dengan dua tingkatan.

“Padahal tinggi tebing itu cukup tinggi, sekitar 10 meteran. Saya usul agar bisa dibangun dengan tiga tingkat agar tidak mudah ambrol. Tapi konsultan minta dua tingkat saja. Sekarang kan kejadian ambrol,” kata Agus.

Agus menyebut dirinya bukan pemain baru dalam proyek pembangunan fisik termasuk pembangunan TPT. Pria berbadan tambun itu mengaku sering mengerjakan pembangunan TPT di beberapa daerah.

“Bahkan salah satu proyek TPT yang saya kerjakan, kini menjadi percontohan karena pake pondasi cakar ayam dan ring balk. Itu padahal tidak ada di RAB dinas. Tapi kasus yang di Sadangmekar, dinasnya yang enggak mau (dikasih masukan),” kata pria yang akrab disapa Agus Gondrong itu.

Sebelumnya diberitakan BandungKita.id, proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Sadangmekar, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua dipertanyakan warga. Pasalnya, TPT yang baru selesai dibangun pada akhir 2019 lalu, kini sudah ambrol dan membahayakan rumah warga.

Warga setempat menduga proyek pembangunan TPT tersebut asal-asalan. Tak hanya itu, warga menduga material yang digunakan untuk membangun TPT sepanjang 20 meter dan tinggi 10 meter itu diduga tidak sesuai spek atau tidak sesuai takaran yang disyaratkan. (M Zezen Zainal M / BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment