by

Pasca Launching, Ruang Isolasi Ash-Shidiq Pemda KBB Masih Kosong

BandungKita.id, KBB – Rencana Penggunaan ruang isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di Masjid Ash-Shidiq Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, sampai berita ini diturunkan masih nampak kosong.

Ruang isolasi yang diresmikan Jumat, 15/05/2020 oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara, rencanaya hari senin (hari ini), 18/05/2020 akan digunakan oleh 15 orang pasien OTG.

Menurut koordinator ruang isolasi masjid Ash-Shidiq, dr.Wisnu, ke 15 orang tersebut telah terdata di Dinas kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan siap mengisi ruang isolasi.

Baca Juga:

Rentan Penyelewengan, Publik Pertanyakan Bantuan Pihak Ketiga ke Pemda Bandung Barat, MC : “Umbara Jangan Pencitraan”

Mau Tahu Jumlah Bantuan Donatur di Kota Bandung? Bidang Logistik Gugus Tugas Beberkan Faktanya Disini!

Bulan Ramadan, Dua Kelompok Berandal Bermotor di Garut Malah Terlibat Bentrok

“Hari senin nanti akan ada 15 pasien OTG yang akan mengisi ruang isolasi ini, semua fasilitas seperti TV, tempat tidur, kulkas sampai dengan petugas medis sudah dipersiapkan,” ujar Wisnu yang juga menjadi Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Dinkes KBB ini disela-sela persiapan Louching Kamis 14/05/2020 dimasjid ash-Shidiq KBB.

Namun, Wisnu menyebut, ke-15 orang yang akan mengisi ruang isolasi tidak jadi datang, dikarenakan kondisi waktu yang bertepatan dengan akan datangntya idulfitri.

“Kabarnya para pasien merasa tanggung untuk datang ke ruang isolasi, karena akan beridulfitri di rumah, jadi enggak jadi datang hari ini (senin 18/05/2020),” ujarnya.

Padahal sebelumnya Wisnu mengatakan, sebagian pasien ruang isolasi terdiri dari pasien keluarga klaster Lembang, yang terindikasi orang dalam pengawasan (ODP), dimana diantaranya bukan beragama Islam (tidak ikut merayakan idulfitri).

Tonton Juga:

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan, saat ditanya tentang anggaran yang telah digunakan untuk penyiapan fasilitas ruang isolasi, Hernawan tidak menyebut secara jelas. “Satu Lebih,” ujarnya seolah menutupi informasi kepada Bandungkita.id melalui WhatsApp Senin (18/05/2020).

Selain untuk tempat tidur, Hernawan menyebut, anggaran itu untuk fasilitas lain, “Tv, Wifi, Vitamin, Mesin cuci dan lain-lain” ungkapnya.

Tampak Fasilitas pendukung di ruang isolasi, dimaksudkan agar pasien selam 14 hari tidak mengalami kejenuhan

Jawaban Hernawan, jika ditafsirkan dengan fasilitas ruang isolasi tersebut yang telah memiliki 15 tempat tidur berstandar Rumah sakit beserta sofa, TV, dan istalasi dapur masak, mungkin hitungan milyar (1 MilIar). Biaya tersebut belum termasuk biaya tenaga medis dan operasional perawatan ruang isolasi.

(Dona Hermawan/Bandungkita.id)

Editor: Dhomz

Comment