by

Mahfud MD : Pilkada Serentak Tetap Digelar 9 Desember 2020, Tak Bisa Diundur Lagi

BandungKita.id, NASIONAL – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tetap akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Menurut Mahfud, penyelenggaraan Pilkada tidak bisa diundur lagi dengan alasan adanya pandemi virus Corona (Covid-19) yang tidak diketahui sampai kapan akan berakhir.

Jadwal Pilkada yang sudah ditetapkan tersebut, kata dia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang diteken Presiden Joko Widodo pada awal Mei 2020.

Menkopolhukam, Mahfud MD menyatakan pilkada serentak tak bisa lagi diundur atau tetap digelar 9 Desember 2020 (foto:net)

Penetapan waktu pilkada tanggal 9 Desember itu juga sudah disepakati oleh tiga unsur yakni KPU, DPR RI, dan pemerintah. Mahfud menyebut, jika pilkada 2020 diundur kembali, maka penyelenggaraan pilkada serentak malah tidak akan jelas.

“Kalau menunggu kapan corona selesai juga tidak ada yang tahu kapan corona selesai. Sedangkan pemeritah itu perlu bekerja secara efektif,” kata Mahfud seperti dikutip BandungKita.id dari suara.com, Kamis (11/6/2020).

BACA JUGA :

Plt Dirjen Otonomi: Masa Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2020 Maksimal 4 Tahun

8 Daerah di Jabar Bakal Gelar Pilkada Serentak 2020, Penyelenggara Diimbau Persiapan Matang

Pilkada Serentak Tahun 2020 Akan Diikuti 270 Daerah

LIPUTAN KHUSUS Bag-1 : Para Sesepuh dan Tokoh Kabupaten Bandung Sepakat Dinasti Obar Sobarna Harus Diakhiri, Ini Alasannya

LIPUTAN KHUSUS Bag-2 : APBD Kabupaten Bandung Jebol Rp 1,3 Triliun, Pengamat : Pemkab Bandung Bisa Bangkrut

Alasan mengapa Pilkada 2020 harus tetap digelar awal Desember, kata Mahfud, hal itu untuk kebutuhan pemerintahan agar berjalan secara efektif. Kalau misalkan kepala daerah diisi oleh pelaksana tugas atau Plt, maka pemerintahannya tidak akan bisa mengambil langkah-langkah tertentu yang sangat diperlukan.

Mahfud mengklaim hampir dari seluruh kepala daerah yang berjumlah 270 orang setuju dengan jadwal Pilkada 2020 dilaksanakan pada Desember. Ia mengakui kalau ada suara-suara kecil yang keberatan, namun tidak mengurangi suara dukungan dari kepala daerah yang setuju.

Begitupun dengan masukan dari masyarakat yang dihiasi pro dan kontra. Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, sudah menjadi hal yang biasa apabila tujuan baik itu diwarnai dengan suara yang berbeda-beda.

“Itu biasa lah, setiap ada apa-apa pasti ada yang setuju ada yang tidak, semuanya berpikiran baik tetapi menuju kebaikan itu jalannya yang berbeda,” ujarnya.

“Nah itu saja sudah cukup kalau semuanya berpikiran baik, menurut saya pada akhirnya tidak akan menimbulkan konflik,” tegas Mahfud. (M Zezen Zainal M/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment