by

Dapat Dukungan Ulama dan Santri Hamida, Dadang Supriatna : Kemenangan Sudah di Depan Mata⁣

Hamida Diinstruksikan Menangkan Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan⁣

Pasangan Bedas Didukung Ulama dan Santri Alumni Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya⁣

BandungKita.id, KAB BANDUNG – Dukungan kepada pasangan calon (palson) Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan terus mengalir menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung yang dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang. Kali ini dukungan untuk pasangan dengan tagline Bedas itu datang dari para alim ulama, ustadz, dan para santri.⁣

Dukungan para alim ulama atau kiai, ustadz, dan jamaah yang tergabung dalam Himpunan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Manonjaya, Tasikmalaya (Hamida) Kabupaten Bandung dan juga keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda itu langsung dideklarasikan oleh Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Asep Maoshul Affandy.⁣

KH Asep Maoshul Affandy mengatakan berdasarkan hasil musyawarah bersama para kiai, ustadz, santri dan jamaah Pondok Pesantren Miftahul Huda dan Hamida Kabupaten Bandung, mereka menyatakan sikap bahwa Pondok Pesantren Miftahul Huda dan Hamida mendukung pasangan nomor urut 3, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung.⁣

“Kami menugaskan dan menginstruksikan kepada jajaran pengurus Hamida untuk melaksanakan dan menindaklanjuti hasil keputusan dari musyawarah bersama ini, untuk mendukung Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung nomor urut 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan di Pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember 2020,” tandas KH Asep Maoshul dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (13/11/2020).⁣

BACA JUGA :

Bedas Janjikan Insentif Guru Ngaji dan Ustadz Rp 500 Ribu per Bulan Plus BPJS Gratis⁣

Hari Santri, Dadang-Sahrul Janji Lebih Perhatikan Pesantren, Para Ustadz dan Guru Ngaji

Waduh! Kepala Desa Terang-terangan Kampanyekan Salah Satu Paslon di Acara Hajatan

Ketua Hamida Kabupaten Bandung, KH Iing Solihin menegaskan pihaknya siap melaksanakan instruksi dari Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya dan Hamida Kabupaten Bandung tersebut dengan cara menyosialisasikan dan memenangkan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan.⁣

Para alumni Ponpes Miftahul Huda yang jumlahnya mencapai ribuan orang dan tersebar di 31 kecamatan, menurutnya, akan dikerahkan untuk memenangkan pasangan Bedas.⁣

“Alumni Ponpes Miftahul Huda dan Hamida jumlahnya mencapai ribuan orang mulai dari kiai, ustadz dan juga santri. Para kiai dan ustadz ini juga memiliki banyak jamaah yang jumlahnya mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang se-kabupaten Bandung. Insya Allah alumni ini akan dikerahkan untuk memenangkan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan,” tutur KH Iing.⁣

KH Iing mengemukakan alasan mengapa Pondok Pesantren Miftahul Huda mendukung pasangan Bedas. Selain karena pasangan Bedas merupakan satu-satunya pasangan calon laki-laki dan juga berasal dan didukung Nahdhatul Ulama (Nahdhiyin), pasangan Bedas juga dinilai memiliki visi misi dan program yang jelas dan pro pondok pesantren serta para ustadz dan guru ngaji.⁣

“Visi misi Paslon Bedas sejalan dengan kami. Kami mendukung Paslon Bedas yang memperjuangkan bidang keagamaan, yang ingin meningkatkan kesejahteraan ustadz/ustadzah, pondok-pondok pesantren dan kalangan ulama di Kabupaten Bandung,” tandasnya.⁣

Calon Bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna berfoto bersama Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH Asep Maoshul Affandy. (istimewa).

Calon Bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna mengaku sangat bersyukur atas makin banyaknya dukungan dari para alim ulama, tokoh agama, pondok pesantren, serta ustadz ustadzah di Kabupaten Bandung. Dukungan tersebut, kata dia, menjadi doa sekaligus penyemangat agar pasangan Bedas terus berikhtiar untuk menjemput kemenangan dalam kontestasi Pilbup Bandung. ⁣

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menyebut visi dan misi serta program unggulan Paslon Bedas memang banyak menyuarakan aspirasi kalangan pesantren dan para guru ngaji demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera). Salah satu program unggulan Paslon Bedas itu antara lain pemberian insentif plus BPJS kepada para ustadz/ustadzah atau guru ngaji se-Kabupaten Bandung.⁣

“Alhamdulillah, dukungan kalangan ulama kepada Paslon Bedas makin hari makin menguat yang makin menambah energi positif bagi kami untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung. Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari kalangan ulama ini,” ucap Dadang Supriatna.⁣

Ia optimistis dukungan dari para ulama khususnya dari alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda (Hamida) tersebut akan sangat signifikan membantu kemenangan pasangan Bedas di Pilbup Bandung.⁣

“Sebab alumni Pesantren Miftahul Huda Manonjaya ini luar biasa banyak dan tersebar di 31 kecamatan. Insya Allah kemenangan sudah di depan mata. Kami akan terus berikhtiar menjemput skenario Allah,” ujar Dadang Supriatna seraya menyebut Paslon Bedas punya visi misi yang sama dengan para ulama dalam menciptakan Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera (Bedas). 

BACA JUGA :

Survei Demokrat : Elektabilitas Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Capai 45 Persen⁣

Pilbup Bandung : 150 Paket Sembako “Politik Uang” Paslon Diamankan Panwaslu Kertasari⁣

KPRB Gelar Bakti Sosial Cukur Gratis 400 Santri di Ponpes Al-Burdah Kabupaten Bandung

Diberitakan sebelumnya, Kang DS mengaku siap memfasilitasi dan memperjuangkan anggaran sebesar Rp 100 miliar per tahun untuk insentif para guru ngaji, ustadz dan ustadzah di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Saat ini, kata Kang DS, kesejahteraan para guru ngaji yang jumlahnya mencapai lebih dari 16.300 orang, kurang diperhatikan oleh pemerintah.

“Insya Allah dengan anggaran Rp 100 miliar itu, para ustadz dan ustadzah yang mencapai 16.300 orang di Kabupaten Bandung bisa mendapatkan insentif minimal Rp 500 ribu per bulan. Sekarang kan mereka hanya dapat Rp 50 ribu sehingga kurang manusiawi insentif yang diberikan itu,” kata Dadang Supriatna beberapa waktu lalu.

Menurutnya, program tersebut sangat rasional dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Sebab, kata dia, pihaknya telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung.

“Kami telah hitung, anggarannya sangat mencukupi. Kami sangat prihatin ketika misalnya para ustadz ini sakit. Rata-rata mereka tidak punya BPJS. Apalagi insentifnya juga sangat kecil. Insya Allah kami akan tingkatkan menjadi Rp 500 ribu per bulan,” tandas Dadang Supriatna. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment