by

Dua Pekan Masuk Zona Merah, Satpol PP Kota Bandung Tutup 3 Jenis Tempat Usaha

BandungKita.id, BANDUNG – Satpol PP Kota Bandung terpaksa menutup dan menyegel tiga jenis tempat usaha memasuki dua pekan status zona merah tingkat kewaspadaan covid-19. Tiga tempat usaha tersebut diberikan sanksi karena melanggar Peraturan Walikota (Perwal) No. 73 tentang penerapan protokol kesehatan di zona merah.⁣

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Triadi, mengatakan, tiga tempat yang ditutup secara paksa tersebut karena melanaggar aturan beroperasional lebih dari waktu yang ditentukan yakni pukul 20.00 WIB untuk pusat perbelanjaan, cafe serta minimarket. Sedangkan untuk tempat hiburan wajibkan beroperasional hingga pukul 24.00 WIB.⁣

“Kita langsung penutupan dan segel. Kafe dan rumah makan disegel ada tiga dalam imnggu ini,” kata Rasdian di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 16 Desember 2020.⁣

BACA JUGA :

Kadinkes Kota Bandung Dicopot Ketika Kasus Covid-19 Terus Melonjak

Satpol PP Beri Sanksi Posting Foto di Instagram Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemkot Bandung Larang Perayaan Malam Tahun Baru, Pelanggar Akan Disanksi Tegas

Rasdian menuturkan, sanksi administratif pun diberikan kepala puluhan tempat usaha selama diterapkan status zona merah dan berhasil meraup denda mencapai Rp90 juta. Denda tersebut diberikan kepada tempat usaha yang tetap membandel meski telah diberikan teguran terkait protokol kesehatan.⁣

“Ada sanksi adminitrasi sesuai Perwal itu sebesar Rp500 ribu. Keseluruhan denda hampir Rp90 juta terakhir tanggal 15 (Desember). Denda ke badan usaha dan perorangan hasil oeprais razia,” sahutnya.⁣

Sementara itu diakui Rasdian, pengawasan dan razia terus dilakukan bangkan ditingkat selama status zona merah. Perkantoran menjadi salah satu target dari Satpol PP untuk memastikan penerapan perwal terkait jumlah karyawan yang berada di gedung setiap perkantoran.⁣

“Dalam perwal itu kan wajib 30 persen dari kapasitas gedung. Nanti kita akan lakukan monitorin dan sidak ke setiap perkantoran. Kemarin baru di internal lingkungan Pemkot, nanti kita akan menyasar ke perusahaan swasta atau pun badan usaha lainnya,” pungkas Rasdian. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment