by

Pemkot Bandung Optimistis Pembelajaran Tatap Muka Digelar Juli Mendatang, Ini Alasannya

BandungKita.id, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang.

Hal itu mengingat dukungan dari berbagai pihak, tanpa terkecuali dari lembaga swasta guna mengakselerasi vaksinasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

Seperti vaksinasi bagi PTK di Kecamatan Coblong yang diselenggarakan di Rumah Sakit Advent Bandung. Sebanyak 800 PTK mengikuti vaksinasi di RS Advent.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana sangat bersyukur karena Pemkot Bandung mendapat banyak dukugan untuk kelancaran proses vaksinasi bagi tenaga PTK.

“Ini semakin memberi keyakinan kepada kami bahwa proses vaksinasi tenaga pendidik di Kota Bandung bisa sesuai target,” kata Yana usai meninjau vaksinasi PTK di RS Advent Bandung.

BACA JUGA :

Atasi Kemacetan di Kota Bandung, Kang Emil dan Mang Oded Resmikan Flyover Jalan Jakarta dan Laswi

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Bandung Siapkan Program ini

Zona Hijau Pertama di Jabar, Sekolah di Sukabumi Siap Belajar Tatap Muka

Disdik Jabar Canangkan Program Rantang Siswa

“Sehingga harapannya bulan Juli, PTM di Kota Bandung relatif siap. Karena buat kami, vaksinasi tenaga pendidik termasuk yang utama,” imbuh Yana.

Untuk itu, Yana mengapresiasi dan berterima kasih kepada setiap pihak yang turut mendukung kelancaran vaksinasi bagi PTK. Sehingga, persiapan menggelar PTM pada Juli mendatang semakin matang.

“Itu salah satu fasilitas kesehatan milik swasta yang memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia bagus. Jadi saya pikir di mana pun fasilitas tempat pelaksanaan vaksinasi tenaga pendidik ini kami merasa sangat terbantu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RS Advet Bandung, Alvin Rantung menilai kedatangan Yana Mulyana menjadi wujud perhatian besar terhadap para tenaga kesehatan dalam rangka memerangi pandemi Covid-19.

Alvin menegaskan langkah Yana terjun langsung ke lapangan menjadi bukti nyata konsep kolaborasi. Terlebih dalam penanganan Covid-19 ini memerlukan banyak peran.

“Pak Wakil memberikan kita kekuatan. Bahwa untuk mengendalikan hal ini perlu kebersamaan dan pengendalian. Khususnya di bulan puasa. Dan musuh paling besar adalah diri kita sendiri, yakni untuk mematuhi protokol kesehatan,” terangnya. (asp)**

Editor : M Zezen Zainal M

Comment