by

PTM di Kota Cimahi Dimulai Hari Ini, Ngatiyana Ingatkan Selalu Patuhi Prokes

BandungKita.id, Cimahi – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Cimahi berlangsung mulai hari ini, Senin (6/9/2021). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan PTM hari pertama berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah hari ini saya melaksanakan peninjauan langsung PTM. Saya lihat prokesnya sudah berjalan sesuai prosedur. Tiap ruangan jarak siswa dengan siswa lain diatur. Rute masuk juga sudah bagus, ada alat pengukur suhu, tempat cuci tangan dan hand sanitizer,” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Ia mengatakan, PTM terbatas ini hanya dapat diikuti sekitar 33 persen dari total siswa yang ada di masing-masing sekolah. Sisanya, siswa yang tidak ikut PTM tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Lanjutnya, pelaksanaan PTM di Kota Cimahi akan terus dimonitoring serta akan ada evaluasi di akhir pekan. Menurutnya, hal ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah sekolah.

Tak hanya itu, Ngatiyana juga menerangkan setiap sekolah yang melaksanakan PTM wajib mengikuti sejumlah aturan yang telah ditetapkan oleh Satgas Covid-19. Bila, ditemukan ada yang melanggar akan diberikan sanksi.

“Ujicoba ini Mudah mudahan bisa berhasil. Tetap apabila tidak baik, kita hentikan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono mengatakan, pada pelaksanaan PTM perdana di wilayahnya diikuti oleh 44 sekolah jenjang SMP dan 221 jenjang PAUD. Pelaksanaan PTM terbatas di Kota Cimahi telah sesuai dengan SKB 4 Menteri dan dilaksanakan pada masa transisi selama dua bulan ke depan.

“Tahapan pertama dalam SKB 4 menteri itu yaitu persiapan fisik, pengisian Dapodik dan juga simulasi yang dilakukan pada bulan Mei lalu dan dua bulan ke depan itu masa transisi,” katanya.

Ia menjelaskan, transisi PTM di Kota Cimahi dibagi dalam dua tahap yaitu pada bulan September dan Oktober.

Untuk bulan September, sambung dia, sekolah hanya dibuka selama tiga hari masing-masing jenjang satuan pendidikan.

BACA JUGA:

330 Sekolah di Kota Bandung Dinyatakan Siap Gelar PTM Terbatas

PTM di KBB Rencana Digelar Pekan Ketiga September 2021, Disdik: Kami Tengah Matangkan Teknisnya

Jadi Syarat PTM, Pemkot Bandung Kebut Vaksinasi Untuk Remaja

“Untuk Senin, Rabu dan Jumat itu jadwal PTM bagi jenjang SMP dan PAUD sedangkan untuk jenjang SD dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” jelasnya.

Pada masa transisi ini, sambung dia, pihaknya menerapkan sistem pembelajaran hybrid learning. Artinya, pembelajaran tersebut dilakukan dengan dua metode yakni tatap muka terbatas serta Belajar Dari Rumah (BDR).

“Persiapan pembelajaran disaat sebelum dan awal tahun ajaran 2021-2022 kita menerbitkan surat edaran No 62 Tahun 2021 bahwa pembelajaran saat ini adalah Hybrid Learning yakni kombinasi PTM dan Daring,” ucapnya.

Ia menerangkan, untuk pembelajaran PTM pihaknya pun memprioritaskan siswa yang mempunyai hambatan dari sisi sarana maupun prasarana saat melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Kami sudah memberikan arahan kepada pihak sekolah agar anak-anak yang terhambat dari kepemilikan gawai atau kesulitan mempunyai akses internet itu wajib PTM,” terangnya.

Sejauh ini, sejumlah siswa yang kedapatan bepergian ke luar kota tidak diperkenankan untuk mengikuti PTM selama 14 hari ke depan. Hal tersebut dilakukan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kami menurunkan pengawas dan struktural untuk memonitor pelaksanaan PTM terbatas ini, termasuk menghitung jumlah siswa yang asalnya diizinkan menjadi tidak karena pulang dari bepergian,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya pun akan mengevaluasi kebijaksanaan PTM terbatas ini pada akhir September mendatang.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan usai masa transisi PTM dilaksanakan secara normal dengan kapasitas 50 persen.

“Pada bulan Oktober bisa saja setiap hari ada kegiatan pembelajaran tapi tetap diatur.Usai masa transisi pada dua bulan ini, nanti masuk masa adaptasi berjalan normal seperti biasa namun dibatasi hanya 50 persen,” pungkasnya. (Agus SN/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment