by

Kabupaten Bekasi Turunkan Atlet Jujitsu Profesional, Panitia Gelar Sidang Darurat di Ajang Porprov Jabar 2022

Bandungkita.id, OLAHRAGA – Panitia pelaksana cabang olahraga jujitsu terpaksa harus mengadakan sidang darurat setelah Kabupaten Bekasi menurunkan atlet profesional dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat tahun 2022. Pasalnya kehadiran atlet profesional tersebut dinilai dapat menghentikan karir atlet amatir yang turun di ajang tersebut.

Sidang darurat tersebut dilaksanakan di Hotel Narima Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang merupakan venue cabang olahraga jujitsu pada Rabu (16/11/2022).

Baca Juga:

Cabor Jujitsu Dimulai, 117 Atlet Rebutkan 11 Medali Emas di Ajang Porprov XIV Jabar 2022

Warga Kota Bandung Terpapar Covid-19 Varian XBB

Update Perolehan Medali Sementara Porprov XIV Jabar 2022 Hari Ini Rabu 16 November, KBB Koleksi 126 Medali

Ketua panitia cabang olahraga jujitsu, Ismail mengatakan, awalnya atlet profrsional asal Kabupaten Bekasi itu sempat bermain dibabak penyisihan dan berhasil masuk ke babak semifinal. Namun ketika memastikan masuk ke final, kontingen dari daerah lain merasa keberatan, karena atlet yang mereka turunkan mayoritas amatir.

“Dinamika itu ya Dinamika itu ya memang ada gugatan dari Konida Bekasi bahwa semua atlet itu harus turun dan bermain. Nah sementara ada masukan dari kabupaten lain bahwa atlet-atlet bekasi ini adalah profesional,” kata Ismail kepada Bandungkita.id di Hotel Narima Lembang, Rabu (16/11/2022).

Video Pilihan:

Ismail menuturkan, Proprov sejatinya menjadi ajang bagi atlet amatir agar bisa naik kelas dan terpilih untuk bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON). Kehadiran atlet profesional itu pun, lanjutnya, dikhawatirkan mematikan karir atlet amatir untuk bisa naik kelas.

“Sementara ajang ini kan multi event, dimana kita hadirkan atlet-atlet amatir. Jadi kalau bertemu dengan profesional tentu tidak imbang,” sahutnya.

Ismail pun mengaku heran jika atlet profesional yang diutus Kabupaten Bekasi tersebut bisa lolos verifikasi untuk mengikuti Porprov. Namun berdasarkan aturan yang ditetapkan KONI, jika atlet tersebut lolos verifikasi berhak untuk dipertandingkan.

Video Pilihan:

“Hanya saja memang dia terbentur dengan masalah bahwa ini multi event yang harus diikuti adalah amatir. Sedangkan disini ada atlet profesional,” bebernya.

Diakui Ismail, terdapat beberapa opsi sebagai jalan tengah untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya yaitu, atlet tersebut jika berhasil meraih medali emas maka tetap tidak bisa turut bermain nantinya di ajang PON pada tahun 2023 mendatang.

“Karena Porprov ini ajang amatir untuk sampai ke PON. Opsi kedua, mereka hanya sampai di semifinal, nah ini yang memang ditolak sama pihak KONI Daerah Kabupaten Bekasi. Kita malam ini cari solusi terbaik. Kita harapkan, atlet-atlet yang juara di Porprov ini dia harus sampai ke PON,” tegasnya.

Comment