Bandungkita.id, KBB – Kasus kekerasan pada anak masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Kabupaten Bandung Barat hingga kini. Hal itu pun menjadi fokus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk menghadirkan Kabupaten Bandung Barat menjadi ramah anak.
Menurut Ketua TP PKK KBB, Sonya Fatmala, kasus kekerasan pada anak hingga kini masih kerap terjadi. Sehingga berbagai upaya edukasi terhadap masyarakat menjadi hal yang wajib dilakukan agar tingkat kesadaran dan pemenuhan hak anak bisa diwujudkan.
“Agar bisa diwujudkan tentu kita harus sama-sama bergerak untuk menghindari mengurangi pelaku kekerasan terhadap anak. Sekarang sudah ada 165 desa yang dibentuk Forum Anak Desa (FAD). Mereka bunda-bunda desa (Ketua PKK Desa) harus membuat inovasi yang disesuaikan dengan keadaan wilayahnya. Dan inovasi ini yang tentunya akan menjadi penilaian yang baik untuk ketika nanti ada bina wilayah, ada hari kesatuan gerak PKK dan lain sebagainya,” ujar Sonya usai pengukuhan sebagai Ketua TP PKK KBB di Gedung B Komplek Pemda KBB, Kamis (23/2/2023).
Baca Juga:
Dikukuhkan Menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala Hanya Bertugas 7 Bulan
Yuk Imunisasi Anak Sekarang Demi Cegah 8 Penyakit
Terlebih berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, serta Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bandung Barat, terdapat 14 kasus kekerasan yang terungkap dalam kurun waktu dua bulan yakni Januari – Februari 2023. Bahkan dari 14 kasus tersebut, empat diantaranya merupakan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.
Atas dasar itu, lanjut Sonya, peran PKK sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat guna memberikan hak yang baik terhadap anak, salah satunya kasih sayang. Bahkan Sonya pun mengajak masyarakat untuk berani melapor dan mengambil tindakan jika terdapat kekerasan terhadap anak di wilayahnya.
“Jadi pada saat seperti ini bunda FAD harus mau menjadi yang terdepan terkait dengan berani bela kebenaran, berani mengungkapkan kebenaran, berani membela korban, berani melaporkan dan lain sebagainya,” bebernya.
Video Pilihan:
Selain itu, faktor kesehatan pun diakui Sonya masih menjadi hak yang tak didapatkan oleh anak-anak. Salah satunya area bebas merokok yang dinilai masih kurang dalam implementasi baik di ruang publik ataupun lingkungan keluarga.
“Sebenarnya ini aturan lama ya pelarangan merokok dalam rumah dekat dengan anak itu peraturan yang sudah lama sekali itu, tapi rasanya peraturan-peraturan ini kalau tidak terus kita gelorakan, karena semakin lama dibiarkan akan semakin tenggelam,” tegasnya.





Comment