BandungKita.id, Bandung — Seolah tidak ingin kehilangan momentum, tidak disangka, dalam rapat koordinasi yang digelar Pemprov Jabar tentang penyesuaian APBD 2026 nersama Gubernur Demul dan para Bupati Walikota se Jawab Barat, Bupati Bandung Barat Jeje dengan berani mengangkat isu proyek flyover Cimareme yang menurutnya telah lama terbengkalai. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut berbeda dari rencana pembangunan jalan lingkar selatan yang menghubungkan KCIC ke Kota Baru Parahyangan. (VIDEONYA KLIK DISINI)
VIDEO PILIHAN
“Flyover Cimareme ini berbeda dengan yang sebelumnya, Pak. Yang KCIC ke Kota Baru itu jalan lingkar selatan. Ini flyover, dan pembebasan lahannya dulu sudah dilakukan pakai anggaran provinsi,” tegas Jeje.
Jeje menyampaikan bahwa pembebasan lahan untuk flyover Cimareme sudah dilakukan sebagian, tinggal setengah lagi. Ia memohon agar proyek tersebut dilanjutkan, mengingat aspirasi masyarakat yang telah lama menantikan penyelesaian infrastruktur tersebut.
“Pembangunannya dari Kementerian PUPR sudah siap. Hanya pembebasan setengahnya lagi, Pak. Kalau bisa, kejar tahun ini,” ucap Jeje penuh harap.
BACA JUGA
Flyover Tol Padalarang-Kota Baru Mulai Dibangun, Nasib Flyover Cimareme Terkatung-katung
Tak Mau Kalah dengan Flyover Kota Baru, Warga ini Galang Dana Sindir Aa Umbara
Upaya adik ipar Rafi Ahmad ini patut di apresiasi, karena kemungkinan ia utarakan karena hal tersebut pernah di janjikan KDM yang akan menuntaskannya sebelum terdapat rencana pembangunan jalan lingkar selatan aksek KCIC ke Kota baru.
Namun, Gubernur KDM langsung mengingatkan bahwa anggaran provinsi sudah digunakan untuk pembebasan lahan jalan lingkar selatan menuju Kota Baru Parahyangan, dengan nilai yang tidak kecil.
“Kita sudah bebasin lahan untuk Kota Baru Parahyangan (Jalan Lingkar selatan KCIC – KBP). Gede, bos. Rp150 miliar,” ujar KDM sambil menekankan skala anggaran yang telah digelontorkan.
ARTIKEL PILIHAN
Flyover Tol Padalarang-Kota Baru Mulai Dibangun, Nasib Flyover Cimareme Terkatung-katung
Upaya tersebut menggambarkan tarik-ulur antara prioritas pembangunan dan keterbatasan fiskal. Jeje berusaha menghidupkan kembali proyek yang sempat terhenti, sementara KDM mengingatkan bahwa alokasi besar sudah diberikan untuk proyek lain yang juga strategis. Menurut Barya penying yang Mana? (Dhomz/BangKit)





Comment