BandungKita.id – Di tengah tantangan teknis di lapangan, program revitalisasi 11 titik irigasi tersier di Kecamatan Sindangkerta menunjukkan semangat kolaboratif antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan kelompok tani lokal. Meski belum semua informasi teknis dipublikasikan, proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui perbaikan infrastruktur dasar.
Pekerjaan tersebar di empat desa: Cikadu, Wangunsari, Buninagara, dan Weninggalih. Proposal pengajuan berasal dari kelompok tani sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif tidak selalu harus datang dari pemerintah desa, melainkan bisa tumbuh dari akar rumput yang memahami kebutuhan lokal.



Terkait keluhan pekerja soal keterlambatan material dan upah, pihak pelaksana menyatakan bahwa proses distribusi logistik dan administrasi pembayaran sedang dalam penyesuaian, mengingat sistem kerja berbasis swakelola dan keterlibatan langsung masyarakat. BBWS Citarum juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek sesuai standar teknis dan waktu yang telah ditetapkan.
Revitalisasi irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko kekeringan, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Bandung Barat. Transparansi dan komunikasi publik akan terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengawal dan memahami proses pembangunan secara utuh.(*)





Comment