oleh

Soal Video yang Diduga Melecehkan PDIP, Kader PAN KBB Minta Maaf

BandungKita.id, NGAMPRAH – Calon anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bandung Barat, berinisial ABR seketika menjadi perbincangan publik. ABR diduga menghina karena merekam video berisi keinginanya untuk menurunkan bendera PDIP, di Kampung Cikokosan Parakan Kopo, Desa Kerta Mukti, Kecamatan Cipatat.

“Di sini didominasi basis merah, mohon izin buat ketua dan rekan-rekan seluruh Partai Amanat Nasional, saya masuk ke daerah sini agar bisa meruntuhkan bendera PDIP,” kata ABR sambil menunjuk ke arah bendera.

Video tersebut tersebar lewat WhatsApp dan menghebohkan masyarakat. Ketua Fraksi PDIP KBB sekaligus Bendahara DPC PDIP, Jejen Zaenal Arifin menilai tindakan ABR sebagai penghinaan serius terhadap Partai.

Jejen menegaskan, secara pribadi dirinya bisa memaafkan. Namun secara lembaga, ia belum bisa memastikan. “Dia itu anggota dewan, harusnya beri contoh baik. Saya secara pribadi bisa saja memaafkan, tapi secara lembaga kita harus bicarakan dulu. Aksi-aksi seperti ini juga rentan memancing emosi, apalagi para kader di bawah,” jelasnya.

Baca juga : Salah Satu Kader PAN KBB Diduga Lecehkan PDIP, Ini Kata Ketua Fraksi PDIP

Melihat reaksi PDIP, PAN melaui ABR buru-buru mengklarifikasi permasalahan tersebut.  Ia kembali membuat video berisi permintaan maafan kepada masyarakat dan keluarga besar PDIP.

“Saya meminta maaf atas kekhilafan yang terjadi. Awalnya saya ingin memotivasi Caleg agar giat turun ke lapangan, dan itu hanya konsumsi internal. Namun akibat menggunakan kosakata yang salah sehingga menyinggung seluruh keluarga besar PDIP,” ungkap ABR, mengakui.

Menurutnya, video tersebut diperuntukan untuk internal saja. Ia berharap perbuatan tersebut bisa menjadi pelajaran baginya.

“Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi saya secara pribadi,” katanya. *(DIN/Bandungkita.id)

Komentar