oleh

Kota Bandung Jadi Penerima Formulir A5 Terbanyak di Jabar

BandungKita.id, BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menerima pengajuan formulir A5 terbanyak se-Jawa Barat dengan jumlah sebanyak 15.731. Jumlah tersebut juga menambah 1.739.297 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bandung.

Angka itu dinilai wajar, lantaran jumlah penduduk Kota Bandung sangat banyak. Kota Bandung kerap mengundang banyak pendatang untuk tujuan bekerja termasuk tujuan pendidikan.

Bahkan, sebagian orang yang mengajukan Formulir A5 adalah mahasiswa. Faktor ini juga membuat persebaran pemilih menjadi terpusat di area yang memiliki perguruan tinggi.

Berdasarkan keterangan ketua KPU Kota Bandung, Suharti mengaku harus berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di setiap perguruan tinggi. Agar para pemilih mahasiswa bisa disebar TPS-nya di berbagai wilayah.

BACA JUGA:

Begini Tanggapan Kadisdik Jabar Soal Ombudsman yang Tegur Kunjungan Emil Saat UN

 

PT KAI DAOP 2 Sediakan Empat KA Tambahan untuk Lebaran, Tiket Bisa Dipesan Mulai 6 April 2019

 

“Misalnya di Coblong, itu ada ITB (Institut Teknologi Bandung) dan STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial). Itu membuat pemilih jadi bertumpuk di Coblong,” ujar Ketua KPU Kota Bandung, Suharti kepada BandungKita Jumat (5/4/2019).

Bahkan, lanjut Suharti, jumlah pemilih dengan Formulir A5 itu kemungkinan masih bertambah seiring dengan diperpanjangnya masa pengajuan formulir hingga H-7 pencoblosan, yaitu pada 10 April 2019. KPU pusat menyatakan ada 4 golongan yang boleh mengajukan formulir A5 sampai waktu tersebut.

“Putusan MK-nya A5 bisa diperpanjang sampai H-7, tetapi untuk 4 kategori pertama jika dia sakit, tertimpa bencana, menjadi narapidana, karena menjalankan tugas saat pemungutan suara. Untuk alasan lain kita tidak bisa keluarkan A5 lagi,” kata Suharti.

Tak cukup disana, KPU Kota Bandung juga tengah berupaya menyediakan tempat pemungutan suara di rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk mengatasi mereka yang bekerja pada 17 April namun juga harus menyalurkan hak suaranya. (Tito Rahmatullah\BandungKita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar