oleh

Soal Penanganan Banjir di Kabupaten Bandung, KLHK Fokus di Wilayah Hulu

BandungKita.id, SOREANG – Tiga kecamatan di Kabupaten Bandung terus menjadi wilayah langganan banjir saat musim hujan tiba.  Untuk menanggulangi masalah ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan fokus melakukan penataan di wilayah hulu sungai.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, saat ditemui di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, solusi penanggulangan banjir di wilayah hulu pernah dilakukan KLHK di Garut, pada saat bencana banjir di Sungai terjadi.

Apalagi, Bandung merupakan daerah cekungan yang di kelilingi gunung. Jadi, kata Siti, revitalisasi kawasan hulu sangat penting.

BACA JUGA:

Budidaya Bibit Ikan Mas Kabupaten Bandung di Tengah Ancaman Alih Fungsi Lahan dan Harga Pakan yang Terus Melambung

 

Tanggulangi Masalah Sampah, Kementerian LHK Serahkan Fasilitas Pengolahan Sampah Bagi 6 Kabupaten/Kota di Jawa Barat

 

“KLHK melihat dari hulunya. Waktu di Garut banjir, bagian hulunya kita tangani, hasilnya banjir berkurang,” katanya.

Lebih lanjut, Siti mengatakan selain kondisi hulu sungai, untuk menyelesaikan banjir di Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot mesti juga mengecek keadaan drainase. Pasalnya, penyebab banjir di tiap daerah sangat berbeda.

“Di Rancaekek itu agak berbeda cara menanganinya. Kita mengatur tata industrinya. Karena hasil penelusuran ada satu bangunan yang menghalangi laju air,” ucapnya.

Dikatakan Siti, penanganan banjir juga mesti dilihat karakternya. Apakah banjir hanya berupa rendaman air sementara (inundasi), atau banjir rendaman air lama.

“Maka Tata ruang dan tata drainase serta layout industri harus di perhatikan kembali,” pungkasnya. (Restu Sauqi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar