oleh

Satu Juta Lebih Masyarakat Bakal Mudik Menggunakan Kereta

BandungKita.id, BANDUNG – PT KAI Daop 2 Bandung mempredikasi musim mudik 2019 ini akan ada sekitar 1.156.060 penumpang yang menggunaka moda transportasi kereta. Jika diprediksi angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 6% dibanding tahun 2018 yang hanya mencapai 1.080.527 penumpang.

Manager Humas Daop 2 Bandung, Noxy Citrea menuturkan, masa puncak mudik untuk KA jarak jauh diperkirakan pada H-5 Idulfitri atau Kamis (31/5/2019). Sedangkan KA Lokal pada H-4 atau Sabtu (1/6/2019). Adapun arus balik KA Utama dan KA Lokal diperkirakan akan terjadi pada H +3, Minggu (9/6/2019).

“Posko mudik lebaran sudah kita laksanakan dari tanggal 26 Mei kemarin, data yang sudah masuk pada Selasa 28 Mei, secara kumulatif Daop 2 telah mengangkut sebanyak 182.995 penumpang,” kata Noxy dalam keterangan tertulis yang diterima BandungKita, Rabu (29/5/2019).

Baca juga:

KA Lodaya Anjlok, 95 Penumpang Dievakuasi

 

Hati-hati, Ini Pasal dan Sanksi Jika Terobos Palang Pintu Perlintasan Kereta Api

 

Meski begitu, Noxy memastikan ketersediaan tiket masih memadai. Artinya masih ada seat yang tersedia, baik di KA reguler maupun di KA tambahan. Tingkat keterisian (okupansi) kereta untuk angkutan Lebaran 2019 masih mencapai sekitar 80 persen.

“Tapi untuk kereta ekonomi jarak jauh seperti KA Pasundan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng, KA Kahuripan relasi Kiaracondong – Blitar, okupansinya sudah 100%, begitupun untuk KA Pasundan Lebaran,” jelas Noxy.

Namun menurutnya, masih ada juga seat yang tersedia untuk tanggal-tangal tertentu sepeti pada KA Lodaya, Argo Wilis, Turangga, Harina, Ciremai, Malabar, Mutiara Selatan, Kutojaya Selatan dan KA Lodaya Lebaran serta Kutojaya Lebaran.

“Harapan kami masyarakat mengatur jadwal keberangkatan dan segera melakukan pemesanan tiket agar mudik lancar. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online di wesite kai.id, aplikasi KAI Access di Playstore, atau di chanel eksternal yang sudah bekerjasama dengan PT KAI,” ujarnya.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Restu Sauqi

Komentar