by

Status Siaga Bencana Kekeringan di Bandung Barat Akan Ditetapkan Awal Agustus

BandungKita.id, NGAMPRAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat menetapkan status siaga bencana kekeringan mulai tanggal 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019.

Kepala Kedaruratan dan Logistik, BPBD KBB, Dicky Maulana mengatakan, ketetapan status siaga tersebut berdasar pada hasil rapat yang digelar dengan sejumlah pihak terkait pada Jumat (28/7/2019) lalu.

“Untuk status, kita sedang proses menaikkan ke siaga kekeringan per tanggal 1 Agustus sampai tanggal 31 Oktober,” ungkap Dicky.

Baca juga:

Petani Batujajar Alami Gagal Panen Akibat Kekeringan

 

Dicky menuturkan, dinaikkan nya status tersebut berdasarkan pada kajian BMKG yang menyatakan bahwa puncak musim kemarau jatuh pada bulan Agustus dan September.

Dengan ditetapkannya status tersebut BPBD KBB telah menyiapkan 6 unit kendaraan distribusi air untuk melayani kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak.

“Dari kita (BPBD) punya tangki 1 unit, Dinas Pertamanan ada 4 unit kemudian dari PMI juga 1 unit,” kata Dicky.

Selain persiapan tangki air, Dicky mengatakan sejumlah Dinas juga akan mengadakan program pembuatan sumur bor di wilayah terdampak kekeringan.

Baca juga:

8 Kelurahan di Kota Cimahi Dilanda Kekeringan

 

Meski demikian, sampai hari ini BPBD KBB belum mendapat permohonan bantuan air bersih. Menurutnya, kualitas air di KBB masih dikategorikan menengah.

“Sampai saat ini belum ada yang mengajukan secara resmi permohonan bantuan air bersih. Karena, Hari Tanpa Hujan (HTH) di KBB masih dikategorikan menengah. Artinya 1 sampai 20 hari masih ada hujan,” ucapnya.

Sementara, kata Dicky, yang melapor terkait kekeringan baru tiga Kecamatan. Dicky memprediksi, kekeringan tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Ditinjau secara historis, memang di 400 titik. Tapi sampai hari ini belum ada laporan resmi dari desanya. Baru ada laporan dari kecamatan Cililin, Cikalong Wetan dan Parongpong,” tutupnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor: Restu Sauqi

Comment