by

Mengenal Ilham, Sang Juara Baca Tulis Aksara Sunda

BandungKita.id, BANDUNG – Ilham Nurhusain tak bisa menutupi kebahagiaannya saat diumumkan sebagai juara I mata lomba baca dan tulis aksara Sunda pada Pasanggiri Aksara, Bahasa, Sastra, dan Kesenian Sunda Jenjang SMA Tahun 2019 di Grand Hotel Lembang, Kab. Bandung Barat, Rabu (4/9/2019).

Senyumnya merekah ketika menerima piala dan piagam di atas panggung. Setelahnya, ia langsung disambut meriah oleh pendamping dan kawan satu kontingennya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur banget bisa juara satu. Saya enggak nyangka karena sama sekali enggak percaya,” ucap Ilham, saat ditemui usai acara penutupan pasanggiri.

Bukan tanpa alasan mengapa siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Banjar ini tak menyangka dirinya bisa menyabet juara.

Karena, sebelumnya ia merasa pesimis mengikuti ajang pasanggiri kali ini.

“Saya ngerasa enggak optimis aja tahun ini,” katanya.

BACA JUGA:

Pemerintah Mulai Buka Blokir Layanan Data di Papua dan Papua Barat

 

Namun, usaha dan latihan yang ia lakukan serta petuah orang tuanya, khususnya ibu menjadi pelecut baginya untuk tidak menyerah atas perasaan negatif yang ia rasakan.

“Ibu selalu mendukung saya. Yang paling saya ingat, beliau selalu mendidik saya agar berani menghadapi masalah apapun yang saya hadapi. Saya harus bisa mencari solusinya,” ucap putra pasangan Ait Ruhaedi dan Hermawati itu.

Hal tersebutlah yang mengantarkan Ilham menjadi juara. Ini adalah peningkatan prestasi Ilham dari tahun sebelumnya yang hanya bisa meraih peringkat II di mata lomba yang sama.

BACA JUGA:

Kisruh Agustusan, DPRD Garut Sidak ke RSUD

 

Aksara Sunda itu Unik

Prestasi yang diraih Ilham sama sekali tidak instan. Ia mengaku mulai mengenal dan menekuni aksara Sunda sejak kelas 4 sekolah dasar (SD). Ia tertartik pada aksara Sunda karena keunikannya.

“Unik aja, emang susah dan enggak semua orang bisa. Tapi karena tertarik, jadi saya tekuni dan belajar sampai sekarang,” ungkap siswa kelas XII ini.

Melalui ajang tersebut, ia ingin melestarikan budaya Sunda, khususnya aksara yang telah jarang digunakan oleh warga Jabar.

BACA JUGA:

Kevin Kippersluis Menantikan Laga Tandang Pertamanya Bersama Persib

 

“Sekarang aksara Sunda semakin jarang digunakan. Banyak anak muda Jabar yang enggak bisa atau bahkan enggak tahu bagaimana aksara Sunda,” ucapnya prihatin.

Ia pun mengajak siswa dan generasi muda Jabar untuk berupaya melestarikan budaya dan tradisi daerah.

“Karena, seiring berkembangnya zaman, budaya semakin terkikis. Nah, kita harus jadi generasi penggerak agar budaya kita tidak terkikis oleh zaman,” ujarnya. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)

Sumber: Humas Disdik Jabar

Comment