by

Aksi Unjuk Rasa Telan Korban Jiwa dan Kekerasan Pada Jurnalis, Mahasiswa di Bandung Kembali Turun Ke Jalan

BandungKita.id, BANDUNG – Aksi unjuk rasa kembali digelar di Bandung. Kali ini, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia menggelar aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (27/9/2019).

Aksi berlangsung sekitar pukul 15.45 WIB diawali dengan long march dari kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat. Massa menyatakan kepedulian atas jatuhnya korban dalam rentetan aksi unjukrasa yang berlangsung beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :

Presiden Jokowi Beri Penghargaan dan Apresiasi Aksi Demo Mahasiswa

 

Korban Luka Demo Mahasiswa di Bandung Mencapai 230 Orang

 

“Poinnya juga kami bersolidaritas atas beberapa kawan yang jadi korban, tadi juga ada beberapa poster-poster yang menyatakan alasannya, itu karena kami sangat mengutuk represifitas aparat terutama kepada para jurnalis,” kata juru bicara aksi, Hidayah Qolbi di lokasi.

Qolbi menyebut, tanpa alasan dan bukti yang jelas, penangkapan Ananda Badudu dan Dhandy Laksono dinilai janggal dan cacat hukum.

“Mereka ditangkap dengan alasan yang tidak jelas, ini sudah termasuk kriminalisasi, bahkan di lapangan mahasiswa juga menjadi korban,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah demonstran menjadi korban, yakni M Yusuf Kardawi (19) dan Randy (21) dari Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara ditambah satu pelajar bernama Bagus Putra Mahendra (15) siswa SMA Al Jihad Tanjung Priok, Jakarta Utara.

BACA JUGA :

Tips dan Trik Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Demo Besar-Besaran

 

Adapun sejumlah jurnalis yang mendapat kekerasan yakni Darwin dari Kantor Berita Antara, Tri Kurnia Yunianto dari Katadata.co.id. Nibras Nada Nailufar dari Kompas.com. Vanny El Rahman dari IDN Times serta warawan Metro Tv, Febrian Ahmad.

“Tuntutan kami tetap sama yakni terkait Revisi sejumlah undang-undang yang dinilai janggal, dan kami sangat menyayangkan jatuhnya korban, kami harap Gubernur Jawa Barat bisa menyampaikan aspirasi kami ke pusat,” kata Qolbi. (Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment