BandungKita.id, BANDUNG – Sektor pendidikan dan masalah kemacetan nyatanya masih menjadi keluhan masyarakat Kota Bandung. Hal itu disampaikan Direktur lembaga survey Indonesia Politics Research and Consulting (IPRC), Nanang Suryana, saat jumpa pers di salah satu hotel, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (30/9/2019).
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 10 – 19 September 2019, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang dari berbagai kecamatan se-Kota Bandung menunjukkan, 28 persen diantaranya mengeluhkan soal macet.
Bahkan, Angka ini lebih tinggi dari keluhan soal kesulitan ekonomi yang hanya mencapai 4,1 persen.
HUT Kota Bandung Ke-209, Wali Kota Berikan Penghargaan Kepada Tokoh Masyarakat dan Abdi Negara
“Keluhan soal kesulitan ekonomi hanya 4,1 persen dan soal banjir 5 persen, tapi kemacetan cukup tinggi angkanya yaitu mencapai 28 persen,” kata Nanang saat memaparkan hasil surveinya.
Terkait kemacetan, Nanang menyatakan salah satu penyebabnya adalah infrastruktur di Kota Bandung yang belum optimal dan persoalan infrastruktur juga menjadi salah satu penyebab dari banyaknya keluhan lain seperti banjir dan sampah.
Sementara itu, terkait pendidikan di Kota Bandung, ada 3 hal hasil survei yaitu kemudahan pelayanan, ketersedian ruang kelas SD/MI, ketersedian ruang kelas SMP/MTs.
Berdasarkan jumlah responden, untuk sektor kemudahan pelayanan bidang pendidikan 39,40 % menjawab tidak ada perubahan, 27,10 % menjawab semakin baik, 19,00 % menjawab tidak tahu, 13,80 % menjawab semakin buruk, dan 0,70 % menyatakan tidak menjawab.
Sedangkan sektor ketersedian ruang kelas SD/MI 40,40 % responden menjawab tidak ada perubahan, 31,00 % menjawab tidak tahu, 21,10 % persen menjawab semakin baik, 6,40 % menjawab semakin buruk, dan 1,10 persen tidak mau menjawab.
Disektor ketersedian ruang kelas SMP/MTs 35,80 % responden menjawab tidak tahu, 35,60 % menjawab tidak ada perubahan, 22,70 % menjawab semakin baik, 3,20 % menjawab semakin buruk, dan 2,80 % responden menyatakan tidak menjawab.
“Namun tetap, jika dirata-ratakan jumlah terbanyaknya ya menyatakan tidak ada perubahan, ini yang harus jadi perhatian Pemkot Bandung” kata Nanang.
BACA JUGA :
Kental Nuansa Sunda, Upacara HUT Kota Bandung Ke-209 Berlangsung Khidmat
Hari Jadi Kota Bandung Ke-209, Inilah 5 Fakta Yang Harus Kamu Ketahui
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dosen Ilmu Pemerintahan Unpad, Idil Akbar. Idil mengatakan, bidang pendidikan harusnya ada di angka 40%.
Kemudian, dirinya mengatakan, bidang pendidikan harusnya bisa diperbaiki secepatnya mengingat dalam alokasi APBD, anggaran pendidikan yang paling besar.
“Dengan APBD triliunan lebih. Dirasakan harusnya bisa cukup untuk meminimalisir masalah pendidikan, kemacetan, ekonomi, dan beberapa persoalan lain. Mengingat angka triliunan bukanlah angka yang kecil,” ujar Idil.***(Tito Rohmatullah/BandungKita.id)





Comment