oleh

Rutin Bayar Iuran Bulanan, Warga Cicaheum Heran Pasokan Air PDAM Tirtwening Tak Lancar

BandungKita.id, BANDUNG – Warga di Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, mengeluhkan terhambatnya pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung.

Pasalnya, meski Kota Bandung telah masuk musim hujan, namun masih belum bisa mempengaruhi pasokan kebutuhan air warga, meski iuran terus rutin dibayarkan.

Asep (42) warga RT 4 RW 1 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, menerangkan gangguan pasokan air di rumahnya terhambat dalam 1 bulan terakhir.

 

BACA JUGA :

Kejati Jabar Telusuri Mangkraknya Proyek IPA Cikalong oleh PDAM Tirtawenging

 

 

“Baru kali ini saya mengalami kekeringan seperti ini, kadang-kadang dapat air dan cukup untuk tiga hari, kadang tiga hari tidak ngalir lagi, kalau lagi lancar mah tiap hari (ada air) tapi se-bulan sekarang mah mulai dirasakan susah ,” kata Asep saat ditemui BandungKita.id, Rabu (16/10/2019).

Padahal, Asep mengaku membayar iuran normal setiap bulannya. “Saya paling murah Rp 30 ribu, kebutuhan saya masih di bawah 10 kubik,” kata Asep.

Warga lainnya, Solihin (36) juga menuturkan hal yang sama, ia bahkan terpaksa menggunakan air galon untuk keperluan memasak. “Kalau untuk masak biasanya dari PDAM, sekarang beli air galon, sekalian untuk minum juga,” papar Solihin.

 

BACA JUGA :

Telaah Konsep Kebersihan Sungai “Kapursirih Herang” yang Dicetuskan Dedi Mulyadi

 

 

Tak hanya itu, sambung Solihin, jika air PDAM disedot menggunakan mesin, airnya yang keluar berwarna keruh kehitaman. Namun demi memenuhi kebutuhan seorang istri dan ketiga anaknya, Solihin terpaksa menggunakan air tersebut.

“Kalau untuk mandi, air PDAM itu saya endapkan saja, biar enggak item warnanya” kata pria yang berprofesi pedagang tersebut. Berbeda dengan Asep, setiap bulannya Solihin biasa mengeluaran uang sebesar Rp 70 ribu untuk membayar air.

Ditemui di lokasi berbeda, Ketua RT 4 RW 1, Hendi (52) menuturkan, dirinya terpaksa membeli air dengan harga Rp 5-10 ribu tergantung ukuran jerigen. “Kalau perhari biasanya beli samapi 6 jerigen,” kata Hendi.

 

BACA JUGA :

Pasokan Air PDAM di Kota Bandung Bakal Mati Tiap Hari, Ini Alasannya

 

 

Hendi pun sangat menyayangkan, perihal dia dan warganya yang tidak menerima hak secara optimal dalam hal memenuhi kebutuhan dasar, padahal pemasangan fasilitas air ke PDAM Kota Bandung terus dilakukan warganya.

“Yang pasang (saluran air PDAM) padahal ada terus, tapi kenapa airnya tidak mengalir,” sesal Hendi.

Pihaknya berharap, PDAM Tirtawening bisa maksimal melayani kebutuhan warga.

“Saya pengennya mah lebih bagus, lebih baik, jadi jangan sampai warga ini kekurangan air. Minimalnya ada bantuan darurat dulu dari yang tangki-tangki itu,” kata Hendi.

Lantas, terkait keluhan warga terhadap PDAM Tirtawening, Bagaimana tanggapan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ? Simak dalam liputan selanjutnya. ***(Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

 

Komentar