oleh

Tak Hanya Tempat Menimba Ilmu, Perguruan Tinggi Dituntut Bina Mahasiswa Masuk Dunia Kerja

BandungKita.id BANDUNG – Untuk menunjang persaingan dunia kerja yang kian ketat, kini perguruan tinggi didorong memiliki pusat pengembangan karir.

Selain sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, pusat karir ini dituntut membina mahasiswanya untuk memilki komptensi yang jelas. Sehingga selepas menyelesaikan studi sudah tak ada hambatan saat masuk ke dunia kerja.

Salah satu pusat pengembangan karir yang dijadikan percontohan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia adalah Universitas Widyatama.

 

BACA JUGA :

Tekan Angka Pengagguran, Unikom Gelar Bursa Lowongan Kerja

 

 

“Universitas Widyatama ini sudah memiliki pusat pengembangan karir, kegiatannya menggelar bursa lowongan kerja, kerja sama dengan 48 perusahaan besar, bahkan salah satu bank di Bali menerima 8 orang terbaik lulusan Widyatama per prodi,” kata Rektor Universitas Widyatama, Obsatar Sinaga, di Kantornya, Jumat (1/11/2019).

Dari berbagai kegitan yang digelar pusat pengembangan karir, Universitas Widyatama dipilih menjadi pionir untuk mengarahkan kampus lainnya dalam mendirikan pusat pengembangan karir

“Masa tunggu mahasiswa kita dari lulus menuju diterima kerja itu hanya 3 bulan, tahun lalau kita gelar bursa lowongan kerja 48 jam non stop dan memecahkan rekor muri,” lanjut Obsatar.

 

BACA JUGA :

Woow! Setahun AKUR, Jumlah Pengangguran di KBB Diklaim Turun Drastis : Ini yang Dilakukan

 

 

Tak hanya itu, setiap mahasiswa Widyatama akan mendapat sertifikat keahlian selepas menyelsaikan studi di tiap smester.

“Misalnya di prodi informatika, semester dua itu mata kuliahnya fokus soal programing maka diakhir semeter nanti dia dapat sertifikat keahlian sebagai programer,” kata Obsatar.

Terkait sertifikat ini, merupakan kerjasama antara Universitas Widyatama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“Program ini dilirik Menristekdikti bahwa Widyatama punya potensi yang besar dalam melaksanakan ini setiap tahun, dan ini programnya masih baru,” ujar Obsatar. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar