by

Pilkades Serentak di KBB : Nama Terdaftar di DPT, Tapi Tak Boleh Mencoblos Gara-gara Hal Ini

BandungKita.id, KBB – Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada hari ini, Minggu (24/11/2019). Terdapat 112 desa di 16 kecamatan di KBB melaksanakan pemilihan kepala desa mereka.

Sejumlah peristiwa menarik mewarnai pelaksanaan pilkades serentak di KBB ini. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor.

Di Desa tersebut, sejumlah warga mengeluhkan tak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tidak mendapat surat undangan memilih atau lembaran C6. Padahal warga tersebut, namanya sudah terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Namun oleh petugas KPPS, warga tersebut tak diperkenankan menggunakan hak pilihnya.

Salah seorang warga yang tidak diperkenankan mencoblos gara-gara tak mendapat undangan memilih adalah Slamet Permana Wijaya, warga Desa Sarinagen. Ia bahkan sudah berada di lokasi TPS sejak pagi. Namun hingga pukul 12.00 siang, ia masih tidak diperkenankan menggunakan hak pilihnya.

“Saya tidak mendapat C6. Kemarin saya mencoba mendatangi panitia, tapi tetap surat C6 itu tidak ada, tutur Slamet Permana Wijaya, kepada BandungKita.id, Minggu (24/11/2019).

BACA JUGA :

Kriminalitas Tinggi, Inilah Dua Wilayah Paling Rawan Konflik Pada Pilkades Serentak KBB

 

 

KTP Tak Bisa Jadi Syarat Nyoblos di Pilkades Serentak, Ini Penyebabnya

 

 

Menyikapi kejadian di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, Wakil Ketua P2KD KBB Wandiana mengatakan pihaknya sudah menginstrusikan panitia untuk menindaklanjuti laporan warga di Desa Sarinagen tersebut.

“Sudah dikonfirmasi kepada panitia tingkat Kecamatan supaya memperhatikan laporan warga tadi,” jelas Wandiana melalui pesan WhatsApp kepada BandungKita.id.

Wandiana tidak menjelaskan lebih jauh, apakah warga bersangkutan akhirnya diperbolehkan menggunakan hak pilihnya atau tidak karena warga bersangkutan tak mendapat lembaran C6.

Namun berdasarkan aturan yang ditetapkan P2KD KBB, warga yang sudah terdaftar dalam DPT berhak menggunakan hak pilihnya walau tidak memiliki atau tidak mendapat kartu undangan mencoblos asal bisa menunjukkan KTP.

Ilustrasi pilkades serentak di Kabupaten Bandung Barat (KBB), (foto:seputarbandungraya)

 

Sebaliknya, warga yang tidak terdaftar dalam DPT, tidak diperkenankan memilih meskipun dia mengantongi KTP di desa yang melaksanakan pilkades serentak.

Pelaksanaan pilkades serentak di KBB, memang diwarnai banyak peristiwa yang menyita perhatian publik. Salah satu yang paling mencolok yaitu terjadi pada tahapan pilkades dalam agenda penetapan calon kepala desa.

Seperti pernah diberitakan BandungKita.id, salah satu kasus yang paling mencolok yakni pada penetapan calon di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat. Ketika itu, di Desa Citatah sempat terjadi perubahan hasil keputusan panitia seleksi akademis Unjani tentang calon kepala desa yang dinyatakan lolos seleksi.

BACA JUGA :

Heboh! Bakal Calon Kepala Desa Citatah KBB Ini Awalnya Tak Lolos Seleksi, Tiba-tiba Unjani Meloloskannya

 

 

Namun sejumlah warga dan perangkat desa juga mensyukuri pelaksanaan pilkades serentak di KBB berjalan cukup lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Alhamdullillah hari ini pilkades serentaj bisa dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat,” ujar Agus Ahmad Setiawan, Kasie Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Cililin saat memantau pelaksanaan pilkades di lapangan.

Agus mengajak semua stakeholder yang terlibat, turut serta menyukseskan gelaran pilkades serentak dengan bersikap dewasa dalam berdemokrasi. “Apabila timbul persoalan mohon untuk dibawa pada saluran dan mekanisme yang sudah ada,” kata Agus.

Menurut Agus, pelaksanaan pilkades serentak bisa dikategorikan salah satu pesta demokrasi yang bersifat Lex Spesialis. Sebab di pilkades terjadi sentuhan langsung antara masyarakat berbeda pilihan, bahkan dengan orang serumah pun di pilkades bisa terjadi beda pilihan.(Dadang Gondrong/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment