by

Viral! Seorang Pria Mengaku Komunis dan Memakai Jaket PKI, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

BandungKita.id, VIRAL – Seorang pria diinterogasi warga Kota Bogor karena mengenakan jaket berlogo palu arit, mirip lambang Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Dalam video interogasi yang viral di media sosial itu, seorang pria bernama Raden Supriyadi mengaku sebagai komunis. “Gua komunis silahkan, tapi komunis pribadi,” ujar pria itu dalam video saat diinterogasi beberapa orang yang mengenakan atribut organisasi massa.

Supriyadi dalam video itu juga mengungkapkan bahwa orang tuanya adalah buruh tani di perkebunan karet Indonesia. “Hargai mereka atas perjuangannya untuk kemajuan Indonesia,” kata Supriyadi.

Peristiwa interogasi kepada pria berjaket logo komunis itu dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor Bogor Kota, Komisaris Ilot Juanda. Menurut Ilot pria tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi.

“Pria yang memakai jaket logo palu arit itu kini ditangani satuan intel Polresta Bogor Kota,” terang Ilot seperti dikutip BandungKita.id dari Tempo.co.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor, Ajun Komisaris Firman Taufik, membenarkan kasus pria berjaket logo PKI itu ditangani Intel Polresta Bogor.

BACA JUGA :

Gerakan Rakyat Anti Komunis Unjuk Rasa Menolak RUU HIP di Depan Gedung Sate

Pembuat Video Provokasi Ulang Tahun PKI Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar

Film Pengkhianatan G 30 S PKI Tayang Lagi di TV, Inilah 6 Fakta Yang Harus Kamu Ketahui

Informasi yang diperoleh Firman, pria yang mengaku bernama Raden Supriyadi itu ternyata Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ. “Itu ODGJ, penanganannya di intel karena memakai atribut ideologi terlarang,” kata Firman, Senin (27/7/2020).

Firman menjelaskan bukti Supriyadi adalah ODGJ, setelah dilakukan pengecekan dan konfirmasi kepada aparat setempat kediamannya, mereka pun membenarkan lengkap dengan menunjukkan bukti surat dari kepala RT, RW dan surat sakit jiwa dari Rumah Sakit Jiwa.

Namun Firman menyebut tidak ada penahan, karena tidak ditemukan unsur pidana terhadap kasus itu. “Tidak ditemukan unsur pidana. Kalau ditahan karena ideologi, ODGJ ideologinya apa ? Lagipula Supriyadi tidak melukai atau membahayakan orang lain,” tandas Firman. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment