by

LSM Trapawana 18 Tahun Berbakti Untuk Masyarakat, Begini Pendapat Warga KBB

BandungKita.id, SOSIAL & HUMANIORA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trapawana kini menginjak usia 18 tahun, organisasi sosial ini memiliki visi mewujudkan kualitas lingkungan hidup dan kehidupan yang adil, selaras, dan berkelanjutan melalui partisipasi masyarakat.

Sesuai dengan Motto “Ngaheuyeuk Dayeuh Ku Panalar, Mupusti Bumi Ku Pangarti,” misi utama LSM Trapawana adalah penelitian, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan permasalahan lingkungan hidup dan kehidupan atas makhluk hidup.

“Berbagai kegiatan telah dilakukan LSM Trapawana, namun yang dampaknya paling terasa oleh masyarakat adalah pelayanan pada keluarga prasejahtera melalui pemberdayaan, serta program penyaluran bantuan dan pertolongan rehabilitasi bencana,” kata David Riksa Buana, Ketua LSM Trapawana Jawa Barat ketika dihubungi BandungKita.id via WhatsApp, Sabtu (15/8/2020).

BACA JUGA :

Kurnia Abdullah, Pemuda Penderita Lumpuh dan Pembusukan Tubuh Asal Rongga KBB Membutuhkan Uluran Tangan

Miris! Masjid di Dekat Curug Malela KBB Ini Kondisinya Sangat Memprihatinkan, ke Mana Pemerintah?

Yuk Traveling! ke Desa Mukapayung Cililin, Menikmati Wisata Curugan Gunung Putri

David menjelaskan, sejak didirikan pada 2002, LSM yang sekretariat pusatnya berada di Jl. Kolonel Masturi Kav. Bukit Indah No. B 23 Kota Cimahi ini berharap bisa memberikan kontribusi dan perubahan yang lebih baik bagi sesama.

“Dalam menjalankan kegiatannya, LSM Trapawana didukung oleh mitra strategis diantaranya Forum Komunikasi Kader Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (Jabar), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Dewan Pemerhati Kehutanan Dan Lingkungan Tatar Sunda, serta masih banyak forum konservasi peduli alam dan peduli lingkungan lainnya,” paparnya.

“Dalam bidang pendidikan dan keagamaan, LSM Trapawana telah mendirikan 3 Mushalla, 3 Madrasah, dan 3 Rumah Layak Huni di Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan membagikan Bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk anak Sekolah Dasar (SD) di sana,” tambah David.

LSM Trapawana merehabilitasi Musholla Al-Mukhlisin, Kampung Peundeuy, Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. (istimewa)

Selain itu, banyak kelompok pecinta alam di Jabar berdiri berkat LSM Trapawana. Mereka juga ikut mengedukasi masyarakat dengan menyelenggarakan Pendidikan LINMAS, Kader Konservasi Sumber Daya Alam, BKSDA Jabar III.

“Bahkan kami pernah menyelenggarakan pendidikan sosial politik berasama Ditsospol Jabar dan memberikan pelatihan konservasi dan keanekaragaman hayati untuk SD dan kader lingkungan hidup Kota Bandung.

Menyoal legalitas, LSM Trapawana tak telah memperoleh izin dan sertifikat legal. “Mulai dari Akta Notaris, NPWP, izin tetangga, domisli, hingga Tanda Daftar BKPMM Jawa Barat, Kota Bandung, dan Cimahi kami lengkap semua” jelas David.

LSM Trapawana membagikan baju bekas pasca Kampung Sadatar dilanda banjir, di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. (istimewa)

Lanjut David memaparkan, LSM Trapawana juga aktif dalam bidang sosial, kebencanaan, dan pelestarian cagar budaya. Caranya dengan bergabung dalam SATGAS Peduli Bencana Alam di seluruh penjuru negeri.

“Hingga kini LSM Trapawana aktif ikut menanggulangi Covid-19 di Jabar, baru-baru ini kami memberikan baju layak pakai untuk masyarakat di KBB. Ditambah, kami juga ikut melestarikan peninggalan bersejarah dengan mendata benda cagar budaya di Kabupaten Bandung dan KBB yang memang jarang diperhatikan pemerintah,” imbuhnya.

Tak sampai disitu, LSM Trapawana juga melakukan berbagai penelitian dan pengembangan diantaranya dengan terlibat dalam Seminar dan Workshop Kampung Baduy, Penelitian Potensi Pencemaran Sungai dan Banjir Arcamanik, Seminar Penanganan Limbah Industri di Bandung Timur, serta tergabung dalam Tim Survey dan Penelitian Sumber Daya Alam (SDA) Gunung Manglayang.

“Survey juga dilakukan LSM Trapawana untuk pendataan potensi pariwisata alam di Kabupaten Subang, Sumedang, Purwakarta, Bandung, KBB dan masih banyak yang lainnya. Baru-baru ini kami mengembangkan teknologi sederhana untuk membangun infrastrktur pedesaan,” ujar David.

David Riksa Buana, Ketua LSM Trapawana Jawa Barat. (istimewa)

Peran LSM Trapawana dalam advokasi lingkungan dan masyarakat sudah sejak lama dilakukan. Diantaranya dengan memantau West Java Adventure Off-Road 2006-2014, Perhutani Wisata Green Offroad Seri I, Perhutani Unit III Jawa Barat – Banten 2011-2012, Jabar Expedition (4×4 Adventure Offroad) 2016 dan Tjiwidey X-Rated (4×4 Adventure Offroad).

“Kami mendampingi lembaga masyarakat desa hutan di Kabupaten Subang, Purwakarta, Bandung, KBB, dan Sumedang. Mengawal mereka dalam pengajuan Raperda PHBM Ke Komisi B DPRD Jabar, mendukung acara Festival Gunung Tangkuban Parahu dan rencana penutupan track Offroad Sukawana,” beber David.

David menyebut, banyak kondisi pelik yang ikut ditangani LSM Trapawana, seperti masalah limbah kotoran sapi di Bandung Utara, banjir sungai Citarum di Kabupaten Bandung, penambangan pasir besi liar di Kabupaten Tasik, penyerobotan Lahan Junghun KBB dll.

BACA JUGA :

Salut! Kopi Gununghalu Meraih Award di Paris Prancis, Begini Pendapat Warga KBB

PWI Peduli, Bentuk Kepedulian Jurnalis PWI KBB Terhadap Warga Terdampak Covid-19

PDIP KBB Salurkan Ribuan Bantuan Paket Sembako untuk Pengurus dan Masyarakat Miskin

Bahkan, belum lama ini LSM Trapawana ikut mengurus masalah kesehatan masyarakat di KBB melalui program #orangmiskindilarangsakit dan masalah hukum melalui program #ngeprakeunreumisdipasisian.

Kesaksian tentang kebaikan LSM Trapawana datang dari banyak pihak yang merasakan dampak positif. Diantaranya Yayat Sumpena (32) warga desa Sirnajaya Kecamatan Gununghalu KBB. Yayat mengaku LSM Trapawana telah banyak melakukan hal positif dalam membantu masyarakat kelas bawah di lingkungannya.

“Trapawana sudah melakukan banyak hal di Gununghalu, manfaatnya langsung dirasakan oleh kami. Selain karena seringnya membagikan baju bekas, Trapawana juga melobi PLN sehingga tahun depan aliran listrik bisa masuk kampung Garunggang Hilir,” papar Yayat kepada BandungKita.id, Sabtu (15/8/2020).

Warga Kampung Garunggang Hilir, RT 03 RW 21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu ketika belum teraliri listrik. (istimewa)

Yayat sangat berterimakasih kepada LSM Trapawana, ia menyebut bahwa LSM ini tidak banyak berwacana dan bicara program, melinkan aksi nyata dan turun ke lapangan langsung membantu masyarakat.

“Trapawana kebanyakan kerja nyata, pokoknya tak bisa diungkapkan kata-kata!. Trapawana kegiatannya lebih kepada aksi, daripada cuma bicara program doang kaya pemerintah” tandasnya.

Hal senada disampaikan Encep Deddy (48) tokoh masyarakat Leuwi Baru, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu KBB. Ia memaparkan dulu warga di kampungnya ingin memiliki sebuah jembatan yang melewati sungai Cidadap untuk menghubungkan Desa Sindagjaya Kecamatan Gununghalu dengan Desa Cicadas Kecamatan Rongga, namun tak pernah ada tanggapan dari pemerintah.

“Kami sudah mengajukan pembangunan jembatan kepada pemerintah untuk menghubungkan 8 kampung, 2 desa dan 2 kecamatan. Tapi ya begitulah mungkin saking banyaknya ajuan, jadinya pemerintah tidak bisa mewujudkan harapan warganya atau harus ada uangnya mungkin?,” ucap Encep dengan nada menyindir saat dihubungi BandungKita.id, Sabtu (15/8/2020).

Anak-anak sedang berjalan di jembatan “RANGGA MALELA “. Jembatan ini dibangun LSM Trapwana di atas Sungai Cidadap yang menghubungkan 8 Kampung, 2 Desa, dan 2 Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. (istimewa)

Namun, penantian itu memenukan jawabnya ketika LSM Trapawana bertemu warga Leuwi Baru. David dan Encep mengajak berbagai elemen masyarakat di sana untuk bersinergi membangun jembatan bersama-sama, kini jembatan dengan panjang 30 dan lebar 1,5 meter itu diberi nama “Rangga Malela”. Tak sampai disitu, Encep juga memaparkan proyek lain yang sedang dikerjakan LSM Trapawana di kampungnya.

“Alhamdulillah ketika saya bertemu dengan David LSM Trapawana, maka pembangunan jembatan bisa terlaksana. Kami gotong royong melibatkan semua elemen dan sekarang masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkan jembatan tersebut. Saat ini yang sedang berjalan yaitu tahap pemasangan pondasi Madrasah Rojaul Huda,” bebernya.

Jika ditelisik lebih dalam, LSM Trapawana menawarkan sebuah perspektif baru yaitu ikatan kemanusiaan, tanpa perlu bantuan pemangku kebijakan. Sebenarnya pelayanan dan peningkatan taraf hidup masyarakat di pedesaan bisa berorientasi kepada partisipasi murni berupa gerakan kebaikan untuk sesama, hal ini dijelaskan oleh E. Hidayat (67) pemerhati kebijakan publik di Desa Bojong Kecamatan Rongga KBB.

LSM Trapawana bersinergi dengan Yayasan Baraya Urang Cipongkor melakukan bedah rumah tidak layak huni milik Abah Okib warga Desa Cicangkang Hilir, Kecamatan Cipongkor KBB. (istimewa)

“LSM Trapawana telah memberikan suatu kontribusi yang sangat berarti meskipun tanpa sentuhan dan dukungan dari pemerintah, walaupun LSM tetap harus koordinasi dengan pemangku kebijakan karena kewajiban. Tapi yang dilakukan Trapawana lebih mendorong kiprah masyarakat untuk berperan aktif dan ikut serta dalam penanggulangan kebutuhan yang bertitik tolak kepada gerakan,” paparnya kepada BandungKita.id, Sabtu (15/8/2020).

Pasalnya, E. Hidayat dan David Riksa Buana bersama LSM Trapawana ikut mengawali pengembangan Obyek wisata Curug Malela Kecamatan Rongga KBB.

“Lokasi Wisata Curug Malela bisa maju seperti sekarang ini berkat buah pikir seorang David Riksa Buana dari LSM Trapawana dan untuk pemerintah tolonglah bantu LSM positif seperti ini jangan cuma wacana doang,” tandasnya.

BACA JUGA :

Berikut 5 Lokasi Wisata di Bandung, Bisa Anda Kunjungi di Masa New Normal

Inilah 9 Surga Tersembunyi di Bandung Barat, Wajib Banget Kamu Kunjungi!

Idul Adha 1441 H, PWI Peduli KBB Bagikan Hewan Kurban Untuk Warga

Sementara itu Rahman Efendi (35) pengusaha muda di Saguling berpendapat, meski kondisi sedang sulit di masa pandemi seperti ini, LSM Trapawana terus bergerak membantu masyarakat khususnya di KBB dengan membagi-bagikan disinfektan gratis untuk warga di 16 Kecamatan.

“LSM trapawana sudah banyak sekali menebar manfaat buat masyarakat khususnya di KBB. Salah satunya di masa Pandemi seperti sekarang ini adalah bagi-bagi disinfektan buat masyarakat yang memang benar-benar sangat membutuhkan, Kang David Riksa Buana memang terus menerus berbuat demi kemaslahatan masyarakat KBB,” jelasnya kepada BandungKita.id, Sabtu (15/8/2020).

LSM Trapawana ikut mengawali pengembangan Obyek Wisata “Curug Malela” Kecamatan Rongga KBB. (foto:net)

Hal ini dibenarkan oleh Rahmat Kurniawan (36) Perangkat Desa Bojongmekar Kecamatan Cipeundeuy KBB. “LSM Trapawana selain melakukan rehab rumah, pembangunan musholla, dan jembatan. Di masa pandemi ini Desa kami juga pernah dibantu pendistribusian disinfektan gratis dan hingga saat ini kami dibantu pemetaan untuk membuka lahan pariwisata dekat dengan genangan air Cirata,” ujarnya ketika dihubungi BandungKita.id, Sabtu (15/8/2020).

Dari LSM Trapawana kita memetik makna bahwa perjalanan hidup yang indah adalah ketika kita mampu berbagi, bukan menikmatinya sendiri atau bahkan menyombongkan diri.

Di hari jadinya yang ke-18 ini LSM Trapawana dibanjiri ucapan selamat ulang tahun dan do’a dari banyak pihak, semoga semakin berjaya dan jangan pernah lelah untuk terus menebar manfaat khususnya untuk masyarakat KBB dan umumnya bagi masyarakat Kabupaten/Kota Se Jawa Barat. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment