by

Tak Merasa Tanda Tangan, Sekretaris DPC PPP KBB Pertanyakan Dokumen Pengajuan Hibah Parpol ke Pemda KBB

Terjadi Konflik di Internal PPP KBB?

BandungKita.id, KBB – Malam itu, setelah berbuka puasa, Mochammad Dartiwa terlibat dalam sebuah obrolan serius dengan tiga orang koleganya serta BandungKita.id. Pria yang juga Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampak berang, namun ia mencoba mengontrol emosinya.

Usut punya usut, yang menjadi musabab Mochammad Dartiwa tampak emosi adalah urusan partainya, Partai Ka’bah. Sebagai pengurus yang menjabat Sekretaris Partai, ia mengaku sudah tidak dihargai oleh Ketua PPP KBB saat ini, Syamsul Ma’arif.

Ia bercerita dalam berbagai kegiatan, entah dengan alasan apa, dirinya tak pernah dilibatkan oleh Syamsul. Padahal, Iwwock, sapaan akrab Mochammad Dartiwa, masih merupakan Sekretaris PPP KBB yang mengantongi SK Kepengurusan dari DPW PPP Jawa Barat.

Puncaknya, Iwwock juga tak dilibatkan oleh Syamsul dalam penandatanganan dokumen pengajuan hibah partai. Iwwock tentu saja berang dan kecewa, karena merasa dilangkahi dan tak dianggap.

Terlebih, menurut aturan yang harus membubuhkan tanda tangan pada dokumen pengajuan hibah adalah Ketua, Sekretaris dan Bendahara partai yang ada dalam SK Kepengurusan.

Namun sebagai Sekretaris Iwwock mengaku sama sekali tak ikut menandatangani dokumen hibah tersebut. Tahu-tahu, dokumen pengajuan hibah partai itu sudah diajukan ke Pemkab Bandung Barat melalui Badan Kesbangpollinmas KBB.

“Saya heran, ternyata yang menandatangani dokumen hibah itu bukan saya sebagai sekretaris. Yang tanda tangan justru adalah wakil sekretaris, Muhammad Yusuf Hasanudin. Ini ada apa? Ada agenda apa? Padahal saya masih hidup,” kata Iwwock kepada BandungKita.id, Kamis (7/5/2021) malam.

Dengan nada tinggi, Dartiwa mempertanyakan alasan dokumen pengajuan hibah itu ditandatangani wakil sekretaris. Padahal dirinya juga sudah menyatakan kesiapannya untuk menandatangani naskah dokumen pengajuan hibah itu.

“Kamis malam minggu kemarin ada staf suruhan Ketua yang menghubungi saya untuk menandatangani dokumen hibah itu. Karena malam itu saya berhalangan, saya bilang besok pagi saja. Setelah itu ternyata enggak ada, tahu-tahu saya dapat info sudah diteken wakil sekretaris. Tidak ada konfirmasi ke saya. Ini keterlaluan,” kata Iwwock.

BACA JUGA :

Sayangi Keluarga di Kampung Halaman, Dishub KBB Imbau Masyarakat Tak Memaksa Mudik

Ingatkan Hengky dan DPRD KBB, Pengamat : Pemkab Bandung Barat Bisa Lumpuh, Jika….

Selain Beri Dukungan Moral, Aliansi Ormas Islam KBB ingatkan ini Ke Hengky!!

Hengky Kurniawan : Sedih Mendengar Kalau Pejabat-Pejabat KBB Itu Terlatih Korupsi, Ini Instruksi Plt Bupati untuk Para Pejabat KBB

Sambil geleng-geleng kepala, Iwwock mengaku tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan partainya. Padahal, jelas secara aturan dokumen pengajuan hibah itu tidak dapat dicairkan bila tidak ditandatangani oleh ketua, sekretaris dan bendahara partai yang tercantum dalam SK Kepengurusan.

“Terus terang saya marah besar. Merasa dilangkahi. Ini ada agenda tersembunyi apa? Saya ini masih sekretaris partai yang sah dan dikasih SK resmi oleh DPW sampai akhir masa kepengurusan,” tutur Iwwock tegas.

Pascamengetahui dokumen hibah yang tidak ditandatanganinya sudah diajukan ke Kesbangpol KBB, Iwwock tak tinggal diam. Ia kemudian mengkonfirmasi ke Kepala Kesbangpol KBB Suryaman ihwal pengajuan hibah tersebut.

“Saya nelepon Pak Suryaman menanyakan proses pencairan hibah parpol tersebut. Saya bilang, saya sebagai sekretaris enggak tandatangan apakah bisa diproses? Kata Kepala Kesbang enggak bisa karena harus sesuai dengan SK Kepengurusan,” ungkap mantan anggota DPRD KBB tersebut.

Ia berharap mendapat penjelasan komprehensif dari Ketua PPP yang saat ini sudah dua periode menjabat Ketua PPP KBB, Syamsul Ma’arif. Pasalnya, ia merasa tidak memiliki masalah dengan Syamsul maupun dengan partai.

“Saya selama ini masih menjalankan tugas-tugas partai dengan baik. Tapi entah kenapa, perlakuan Ketua seperti ini ke saya. Apakah ada yang mau menjegal saya di Muscab, saya enggak tahu. Padahal saya belum ada rencana ke situ,” kata Iwwock seraya menyebut masalah ini akan dikonsultasikan dengan DPW PPP Jawa Barat.

Pernyataan Iwwock sebagai Sekretaris PPP KBB menyiratkan ada sesuatu yang terjadi di tubuh kepengurusan PPP. Apakah terjadi konflik internal di Partai Ka’bah tersebut?

BandungKita.id mencoba menghubungi Syamsul untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut. Namun, Ketua DPC PPP Syamsul Ma’arif enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

“Mohon maaf saya enggak akan berkomentar soal itu. Tidak perlu dikomentari lah, itu urusan internal kita,” kata Syamsul saat dihubungi BandungKita.id melalui ponselnya, Jumat (7/5/2021).

Menurut Syamsul, rencana pengajuan hibah parpol ke Pemkab Bandung Barat itu tak jadi dilakukan. “Enggak jadi diajuin. Buktinya tidak ada pencairan,” ujarnya.

Ia memohon maaf tidak dapat berkomentar lebih jauh mengenai permasalahan administratif tersebut. “Hal-hal administratif seperti ini tidak perlu dikomentari, nanti malah enggak bagus,” kata Syamsul.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan darinKepala Badan Kesbangpol KBB, Suryaman. Dihubungi BandungKita.id, Suryaman belum memberikan tanggapan. (M Zezen Zainal M/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment